BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Al Hifni A., mengajak para alumni mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui gagasan, kebijakan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hifni mengingatkan bahwa pengalaman berorganisasi semasa mahasiswa harus dilanjutkan dengan kontribusi sesuai bidang masing-masing, bukan hanya menjadi kenangan masa lalu.
Menurut dia, alumni PMII telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, legislatif, dunia usaha, pendidikan, hingga lingkungan masyarakat. Keragaman profesi tersebut menjadi modal besar untuk mendukung pembangunan daerah.
“Alumni ini sebenarnya banyak bernostalgia. Tapi kita tidak boleh menjadi alumni yang hanya hebat menceritakan sejarah saja, kita harus mampu menciptakan sejarah baru di Kutai Kartanegara,” ujarnya dalam sambutannya di acara pelantikan pengurus IKA PMII di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Rabu (21/10/2026)
Ia menilai, Kukar memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, pertambangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Posisi daerah yang berada di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menghadirkan peluang dan tantangan yang perlu dijawab melalui kontribusi berbagai pihak, termasuk alumni PMII.
Karena itu, Hifni mempertanyakan sejauh mana alumni mengambil bagian dalam perkembangan daerah.
Dia mengingatkan agar para alumni tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menyumbangkan pemikiran dan tenaga untuk menjawab persoalan masyarakat.
Alumni yang bekerja di pemerintahan, menurutnya, perlu menjalankan amanah sebagai pelayan publik. Sementara itu, alumni di dunia usaha dapat berkontribusi melalui pembukaan peluang ekonomi dan lapangan kerja.
Adapun alumni di bidang pendidikan memiliki peran dalam melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Kepada pengurus yang baru dilantik, ia mengingatkan agar IKA PMII Kukar tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi dan kegiatan administratif. Kepengurusan harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hifni juga menekankan tiga hal yang perlu menjadi landasan organisasi, yakni persaudaraan, kekuatan intelektual, dan pengabdian. Persaudaraan diperlukan untuk menyatukan alumni, kekuatan intelektual menjadi dasar dalam melahirkan gagasan dan solusi, sedangkan pengabdian menjadi wujud kontribusi organisasi kepada masyarakat.
Dia menegaskan, berakhirnya masa mahasiswa tidak berarti berakhirnya semangat pergerakan. Menurutnya, cara memperjuangkan kepentingan masyarakat dapat berubah seiring dengan peran alumni di dunia profesional.
Ia bilang, jika semasa mahasiswa perjuangan dilakukan melalui demonstrasi dan orasi, setelah memasuki dunia kerja perjuangan dapat dilanjutkan melalui kebijakan, pemikiran, pekerjaan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dulu kita memperjuangkan rakyat melalui demonstrasi, sekarang kita harus memperjuangkan rakyat melalui tindakan nyata. Dulu kita sering menuntut perubahan, sekarang kita harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tuturnya.
Hifni berharap IKA PMII Kukar menjadi rumah besar bagi alumni untuk memperkuat persaudaraan, bertukar gagasan, serta merumuskan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Jabatan boleh berubah, usia boleh bertambah, rambut boleh memutih, dan perut boleh membesar, tapi satu hal yang tidak boleh berubah, jiwa pergerakan kita,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin










