BERITAALTERNATIF.COM – Sebuah serangan udara Israel menghantam lantai empat rumah sakit utama di Gaza Selatan pada hari Senin (25/8/2025), menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk beberapa jurnalis. Hal ini diumumkan oleh kementerian kesehatan di Jalur Gaza yang kini terkepung dan terus dibombardir.
Korban di lantai empat Rumah Sakit Nasser tewas akibat serangan ganda. Sebuah rudal pertama menghantam gedung, lalu beberapa saat kemudian rudal kedua menyusul tepat ketika tim penyelamat tiba di lokasi.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengonfirmasi bahwa lima jurnalis termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan Israel tersebut.
Dengan kejadian ini, jumlah jurnalis Palestina yang terbunuh di Gaza sejak Oktober 2023 kini mencapai sedikitnya 273 orang.
Di antara korban terdapat fotografer Al-Jazeera, Mohammad Salama; Hussam al-Masri, jurnalis foto untuk kantor berita Reuters; Mariam Abu Daqqa, yang bekerja dengan sejumlah media termasuk The Independent Arabic dan Associated Press; serta jurnalis Moaz Abu Taha.
Seorang jurnalis lain, Ahmed Abu Aziz, yang bekerja untuk Quds Feed Network dan beberapa media lainnya, meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Serangan dan penggerebekan Israel terhadap rumah sakit di Gaza bukanlah hal baru. Banyak fasilitas medis telah menjadi sasaran, sementara Israel berdalih mereka menargetkan kelompok pejuang yang beroperasi di dalam rumah sakit, namun klaim itu disampaikan tanpa bukti.
Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, rumah sakit terbesar di Gaza Selatan, sudah berkali-kali menghadapi serangan dan penggerebekan sepanjang 22 bulan perang. Para pejabat berulang kali menekankan adanya krisis kekurangan pasokan medis dan tenaga kesehatan.
Pada bulan Juni lalu, serangan lain terhadap Rumah Sakit Nasser menewaskan tiga orang dan melukai sepuluh lainnya.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 62.300 warga Palestina tewas dan lebih dari 157.600 orang terluka akibat perang Israel di Gaza. Banyak kelompok hak asasi manusia menyebut perang ini sebagai bentuk genosida.
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat lalu juga secara resmi menyatakan bahwa Gaza kini dilanda kelaparan.
Berbagai organisasi HAM dan pakar PBB menegaskan, Israel telah melakukan tindakan genosida di Gaza. (*)
Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












