Search

Tim LexOne FH Sabet Juara Satu Lomba Debat Pusmafest II X Formakip-ka

BERITAALTERNATIF.COM – Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Pada Lomba Debat Pusmafest II X Formakip-ka yang digelar pada 24–25 November 2025, tim debat LexOne yang beranggotakan Radhitya Duta Pratama (250711829), Nailah Salsabila (250711874), dan Ristiana Al-Ramadhani (250711824) berhasil meraih Juara 1 setelah bersaing ketat hingga babak final.

Menariknya, Fakultas Hukum mengirimkan dua tim sekaligus; LexOne dan Legal Force. Keduanya berhasil menembus babak final. Pertarungan dua tim dari fakultas yang sama tersebut menjadi salah satu momen paling dinantikan. Tim LexOne akhirnya keluar sebagai pemenang dengan selisih poin yang tipis.

Dalam wawancara, Ristiana Al-Ramadhani, salah satu anggota tim dan pembicara kedua, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Merupakan kehormatan besar bagi kami dapat meraih Juara 1. Ini lomba debat perdana bagi kami sebagai mahasiswa semester 1, sehingga momen ini benar-benar berkesan,” ujarnya.

Ristiana mengatakan bahwa strategi utama tim adalah memperbanyak membaca, memperdalam pemahaman terhadap mosi, serta menjaga komunikasi efektif antar anggota. Latihan intensif bersama coach Rangga Bahtiar juga menjadi faktor penting yang membantu mereka tampil konsisten.

Ia tidak menampik bahwa tantangan terbesar datang dari interupsi lawan, terutama karena mereka masih baru dalam dunia debat. Meski begitu, koordinasi yang solid dan persiapan matang membuat mereka mampu merespons argumen dengan tenang.

Ristiana mengenang satu momen penting selama babak penyisihan ketika timnya mendapat interupsi terkait isu korupsi. Ia berhasil memberikan jawaban diplomatis yang diapresiasi coach dan dianggap menjadi salah satu poin penentu dalam babak tersebut. “Itu terjadi berkat kerja sama tim yang saling menguatkan,” katanya.

Tim LexOne juga menghadapi mosi tersulit pada babak final, yaitu topik mengenai Danantara. Selain menjadi materi berat, mereka juga berhadapan dengan kakak tingkat sendiri dari tim Legal Force FH. Waktu persiapan yang singkat membuat tantangan semakin besar. Namun, pengalaman latihan dan pemahaman analitis membantu mereka tampil maksimal.

Selain meraih kemenangan, Ristiana menilai bahwa pengalaman mengikuti lomba debat memberikan banyak pelajaran berharga. “Kami belajar tentang public speaking, teamwork, berpikir kritis, dan problem solving. Dengan disiplin dan doa yang tulus, tujuan setinggi apa pun bisa dicapai,” ucapnya.

Ia berharap Pusmafest II X Formakip-ka dapat terus berkembang dan menjangkau peserta yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional. Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain, terutama adik-adik tingkat yang ingin ikut lomba debat. “Jangan menunggu sempurna untuk memulai, tapi jadilah berani. Kemenangan adalah berkah, kekalahan adalah pelajaran.”

Di akhir wawancara, Ristiana menyampaikan terima kasih kepada panitia, sponsor, rekan-rekan fakultas, dan seluruh pihak yang telah mendukung. Ia memberi penghargaan khusus untuk Zaky, Rio, Randy, dan Kak Hanna yang menjadi teman bertukar gagasan, serta kepada Rangga Bahtiar yang membimbing tim sejak awal persiapan.

“Para peserta lain luar biasa. Kami bangga bisa menjadi mitra intelektual dalam event ini,” tutupnya. (*)

Penulis: Hanna

Editor: Ufqil Mubin

Tags :

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA