Search

Syahid Imam Ali Khamenei akan Dimakamkan di Mashhad Iran

Seorang pria di Jakarta memegang foto Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Sayyid Ali Khamenei. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Iran pada Selasa (3/3/2026) mengumumkan bahwa jenazah pemimpinnya, Sayyid Ali Khamenei, yang gugur dalam agresi gabungan AS-Israel, akan dimakamkan di Mashhad.

Pengumuman ini disampaikan saat negara tersebut memasuki hari keempat berturut-turut dalam operasi militer balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Kantor berita melaporkan bahwa panitia penyelenggara tengah menyiapkan prosesi perpisahan akbar untuk Sayyid Khamenei di Ibu Kota Iran, Teheran.

Panitia tersebut menambahkan bahwa Sayyid Khamenei akan dimakamkan di samping makam Imam Ali bin Musa al-Ridho di Kompleks Makam Suci Imam Ridho, Mashhad, sesuai dengan wasiat terakhirnya.

Rincian lengkap prosesi akan diumumkan oleh pejabat terkait setelah seluruh persiapan final ditetapkan.

Perlu diketahui, Pemimpin Revolusi dan Republik Islam yang gugur itu lahir di Mashhad. Ayahnya, Sayyid Javad Khamenei, juga dimakamkan di serambi Tawhid Khaneh di kompleks makam Imam Ridho.

Sementara itu, Iran melanjutkan serangannya untuk hari keempat berturut-turut di kawasan Teluk dan terhadap target-target Israel sebagai balasan atas agresi AS-Israel yang dimulai Sabtu dini hari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk Sayyid Khamenei, yang oleh para pejabat disebut sebagai Pemimpin Revolusi Islam dan Republik Islam.

Tahap Akhir Pemilihan Pemimpin Baru Iran

Iran kini memasuki tahap akhir pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru, dengan pengumuman diperkirakan akan dilakukan dalam hitungan jam atau hari, menurut laporan yang diterbitkan Selasa oleh Fars News Agency, mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

Sumber itu menyatakan bahwa mekanisme konstitusional untuk menunjuk otoritas tertinggi negara kini berjalan penuh, dan keputusan resmi diharapkan segera diumumkan.

Menurut laporan tersebut, Sayyid Khamenei tidak menunjuk penerus tertentu sebelum gugur, melainkan menyerahkan keputusan kepada Majelis Ahli. Namun, ia disebut menekankan sejumlah kriteria kepemimpinan, termasuk perlawanan terhadap arogansi global, keberanian, integritas, keadilan, pemahaman terhadap tantangan kontemporer, serta kemampuan administratif.

Sumber-sumber juga menyebutkan bahwa tingkat pengamanan tertinggi telah diterapkan guna memfasilitasi pertemuan Majelis Ahli.

Mereka menambahkan bahwa sidang tatap muka terakhir untuk secara resmi memilih pemimpin baru kemungkinan akan ditunda hingga setelah prosesi pemakaman Khamenei pekan depan.

Sayyid Khamenei Gugur di Garis Depan

Pemimpin Revolusi Islam Iran dan Republik Islam Iran, Sayyid Khamenei, gugur dalam agresi gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa ia gugur di tempat kerjanya saat menjalankan tugas di kantornya, menyusul serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu dini hari.

Menurut televisi pemerintah Iran, gugurnya Sayyid Khamenei di tempat tugasnya kembali membantah klaim “media yang terafiliasi dengan rezim Israel dan arus reaksioner regional” yang menyebut ia berada di lokasi aman dan dirahasiakan, serta menegaskan bahwa ia tetap berada di garis depan tanggung jawab di tengah rakyatnya.

IRGC Luncurkan Gelombang ke-14 dan ke-15 Operasi True Promise 4

Sebelumnya pada Selasa, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penyelesaian gelombang ke-15 Operasi True Promise 4, yang dilaksanakan oleh pasukan angkatan lautnya melalui langkah-langkah operasional khusus yang disebut menargetkan pasukan AS di seluruh kawasan.

Menurut pernyataan IRGC, 10 target vital dan strategis di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, termasuk pusat komando dan fasilitas peralatan yang digunakan pasukan AS, dihantam langsung oleh rudal Iran.

IRGC menambahkan bahwa pemantauan lapangan dan pengintaian satelit menunjukkan infrastruktur pangkalan tersebut tidak lagi berfungsi sepenuhnya, dengan laporan menyebut adanya kekacauan internal serta penarikan personel AS dari lokasi.

Sementara itu, koresponden AFP melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan pada Selasa di Manama dan Doha, disertai bunyi sirene di ibu kota Bahrain.

Gelombang ke-15 ini menyusul serangan sebelumnya secara cepat. IRGC mengumumkan gelombang ke-14 pada Selasa dini hari, juga menargetkan Pangkalan Udara Sheikh Isa melalui serangan gabungan drone dan rudal.

IRGC menyatakan 20 drone dan tiga rudal menghantam target yang dituju, menghancurkan pusat komando utama dan markas pangkalan, membakar tangki bahan bakar, dengan kobaran api dan asap terlihat di area luas.

Beberapa jam sebelumnya, pada Senin malam, IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ke-13 operasi tersebut, yang menargetkan posisi Korps Marinir AS di Camp Arifjan, Kuwait, menggunakan drone serang satu arah.

Pernyataan itu juga melaporkan bahwa fasilitas tersisa yang terkait dengan armada angkatan laut AS di Bahrain dihantam dan dihancurkan oleh enam drone satu arah tambahan. IRGC juga menyatakan bahwa kapal tanker bahan bakar Athens Nova masih terbakar di Selat Hormuz setelah dihantam dua drone dalam serangan sebelumnya. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA