BERITAALTERNATIF.COM – Lembaga Data Plus Indonesia (DPI) merilis hasil survei kepuasan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) yang memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Rilis survei digelar di Kantor DPI, Jalan Gunung Sedayu, Tenggarong, Kukar. Rilis ini dipaparkan langsung oleh Direktur DPI, Riyawan.
Dalam paparannya, menjelaskan bahwa survei dilakukan pada 8-14 Desember 2025 menggunakan metode wawancara tatap muka kepada 700 responden yang tersebar di wilayah Kukar, dengan margin of error ± 3,7%.
Metode ini dipilih untuk memastikan akurasi data sekaligus menangkap persepsi publik secara lebih mendalam.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang tergolong tinggi terhadap kepala daerah. Untuk kinerja Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, tingkat kepuasan publik tercatat sebesar 74,71%. Sementara itu, kepuasan terhadap Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mencapai 75,58%.
“Angka ini menjadi catatan positif bagi kepemimpinan Aulia dan Rendi. Artinya, mayoritas masyarakat merasa puas atas kinerja yang telah dijalankan pemerintah daerah,” ujar Riyawan dalam rilisnya yang diterima media ini pada Sabtu (21/2/2026).
Survei juga memotret persepsi masyarakat terhadap 17 Program Kukar Idaman Terbaik (2025–2030) yang menjadi kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Kukar. Secara rata-rata, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program-program tersebut berada di atas 70%.
Namun demikian, DPI menemukan persoalan utama bukan pada kualitas program, melainkan pada tingkat pengetahuan publik.
“Problemnya, mayoritas program masih banyak yang belum diketahui masyarakat, sehingga dampaknya belum dirasakan secara maksimal,” jelasnya.
Salah satu program yang memperoleh tingkat kepuasan tertinggi adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita dan lansia, yang memiliki relevansi dengan program nasional MBG. Program ini mencatat tingkat kepuasan sebesar 79,69%.
Selain program utama, survei juga mengukur kepuasan terhadap program turunan. Hasilnya, penyelenggaraan Erau Adat Kutai dan Festival Budaya menjadi yang paling tinggi tingkat kepuasannya, mencapai 92,51%.
Menurut Riyawan, capaian tersebut menunjukkan bahwa program berbasis budaya dan kearifan lokal memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat.
“Sebenarnya 17 program beserta turunannya sudah sangat baik. Akan tetapi, berdasarkan hasil survei, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih masif agar masyarakat tahu, paham, serta merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dia menambahkan, efektivitas program pemerintah sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran dan sejauh mana dampak positifnya dirasakan publik.
“Sejatinya, setiap program yang dibuat harus tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutup Riyawan. (*)
Editor: Ufqil Mubin









