Search

Sri Tuti Tingkatkan Kompetensi Guru SDN 008 Tenggarong

Kepala SDN 008 Tenggarong, Sri Tuti. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Kepala SDN 008 Tenggarong Sri Tuti menegaskan bahwa sekolahnya memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar melalui berbagai program berbasis kolaborasi.

Tuti mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan sekolahnya adalah melalui Komunitas Belajar (Kombel) sekolah yang secara rutin dilaksanakan dua kali sebulan.

Dalam forum ini, jelas dia, para guru saling berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran di kelas sesuai karakteristik masing-masing.

Tema yang diangkat dalam setiap pertemuan pun berbeda; menyesuaikan kebutuhan seperti pembelajaran diferensiasi atau metode inovatif lainnya.

Ia menjelaskan bahwa narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari guru, terutama mereka yang telah memiliki pengalaman atau pernah mengikuti pelatihan di luar sekolah.

Para guru yang mendapatkan kesempatan pelatihan wajib menyebarluaskan pengetahuan kepada rekan-rekan mereka agar ilmu tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh tenaga pendidik.

“Supaya apa yang dia dapat, semua guru di sini juga dapat,” ujarnya, Selasa (17/6/2025).

Setelah mengikuti pelatihan pendidikan inklusi di Samarinda selama sepekan, ia bersama empat guru lainnya mendiseminasikan materi kepada guru-guru di sekolahnya dan sekolah lain. Kegiatan ini digelar bersama SDN 003 dan SDN 025 Tenggarong agar hasilnya lebih optimal serta tidak monoton.

Tuti menilai model kolaborasi antarsekolah ini terbukti efektif memperluas wawasan guru sekaligus mempererat kerja sama antarlembaga pendidikan.

Selain melalui Kombel, peningkatan kompetensi guru juga difasilitasi dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG). Seluruh kegiatan ini terdata dalam aplikasi resmi BKPSDM sehingga setiap program yang diikuti guru bisa tercatat dan dibuktikan melalui sertifikat resmi.

Dia menambahkan bahwa sekolah juga mengagendakan sosialisasi anti-perundungan bagi siswa dan guru. Program ini dirancang agar para siswa mendapat pelatihan di pagi hari terkait pemahaman perundungan, tindakan yang termasuk kategori perundungan, dan langkah pencegahannya. Setiap guru akan mendapat pembekalan pada siang hingga sore hari.

“Ini nanti sasarannya bukan hanya guru tapi siswa juga. Apa sih anti bullying itu? Tindakan bullying itu apa saja? Pencegahannya seperti apa? Kalau terjadi sama temannya, ini bagaimana? Seperti itu disosialisasikan,” tuturnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA