Search

SMPN 2 Tenggarong Bentuk Komunitas Belajar Mandiri, Dongkrak Literasi dan Prestasi Sekolah

Kepala Sekolah bersama guru-guru SMPN 2 Tenggarong. (Berita Alternatif/Hanna)

BERITAALTERNATIF.COM – Selain bergabung dalam komunitas belajar yang dibuat oleh pemerintah daerah, SMPN 2 Tenggarong juga membentuk komunitas belajar mandiri di sekolah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMPN 2 Tenggarong Yunus saat diwawancarai awak media Berita Alternatif pada Jumat (20/6/2025).

“Dalam komunitas belajar sekolah itu setiap hari guru-guru akan membahas dua mata pelajaran,” jelasnya.

Pada hari pertama, sambung dia, para guru mengidentifikasi kesulitan dalam mengajar. Kemudian di hari berikutnya mereka mencari model-model pembelajaran, strategi, hingga peningkatan pembelajaran melalui berbagai skenario.

Setelah itu, ia menjelaskan, metode yang didapatkan dalam komunitas akan diimplementasikan kepada siswa. Berikutnya, metode ini akan kembali dievaluasi dalam komunitas.

Yunus mengaku kegiatan SMPN 2 Tenggarong belum banyak diekspos di media massa. Padahal, setiap hari guru memiliki kegiatan untuk membahas minimal dua mata pelajaran. Hal ini terus dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan guru.

Selain itu, beber dia, setiap dua kali dalam sebulan masing-masing guru pengampu mata pelajaran tersebut akan melakukan presentasi praktek pembelajaran yang mereka terapkan di kelas.

Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor pendongkrak peningkatan nilai siswa dan angka literasi di SMPN 2 Tenggarong.

Melalui berbagai upaya tersebut, sekolah ini berhasil mendapatkan penghargaan dari pemerintah berupa dana kinerja prestasi.

SMPN 2 Tenggarong juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta menjadi sekolah literasi nasional.

Posisi SMPN 2 Tenggarong sebagai sekolah literasi nasional membuat sekolah yang berlokasi di Kelurahan Mangkurawang ini mendapatkan pendampingan secara daring dari pemerintah pusat mengenai teknik membaca dan menulis.

“Saat  ini kita juga sudah menghasilkan 2 buku puisi antologi yang ditulis oleh siswa dan juga guru,” tutupnya. (adv)

Penulis: Hanna
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA