Search

Siswa SD Muhammadiyah Tenggarong Raih Juara 1 Lomba Lagu Tingkilan di FTBI Kaltim 2025

Siswa SD Muhammadiyah Tenggarong, Pragata Wistara Gafila. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadha)

BERITAALTERNATIF.COM – Final Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 resmi digelar pada 15–17 Oktober 2025 di Kota Samarinda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ajang bergengsi ini diikuti oleh para peserta didik jenjang SD dan SMP dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim yang sebelumnya telah menjuarai seleksi tingkat daerah, seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara, dan kabupaten/kota lainnya.

FTBI bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan bahasa-bahasa daerah di Kaltim seperti Bahasa Paser, Melayu Kutai, dan Kenyah dapat terus hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta yang berhasil menorehkan prestasi gemilang adalah Pragata Wistara Gafila, siswa SD Muhammadiyah Tenggarong, Kabupaten Kukar. Pragata meraih Juara 1 Lomba Lagu Tingkilan dalam ajang FTBI Tingkat Provinsi Kaltim 2025.

Dengan prestasi tersebut, dia berhak mewakili Provinsi Kaltim untuk berlaga di FTBI Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta pada akhir tahun ini.

Kepala SD Muhammadiyah Tenggarong Suprianto menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Pragata. Prestasi ini menunjukkan bahwa generasi muda Kukar mampu berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya daerah, khususnya seni lagu tingkilan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kutai,” ujarnya pada Sabtu (18/10/2025).

FTBI Kaltim 2025 tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi terhadap kekayaan bahasa dan budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mencintai bahasa dan seni daerah mereka, sehingga warisan budaya bangsa tetap terjaga lintas zaman. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA