Search

Sensus Ekonomi Kukar Hampir Rampung, BPS masih Tunggu Data Perusahaan Besar

Pelaksana Tugas Harian Kepala BPS Kabupaten Kutai Kartanegara, Khairil Anwar. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki tahap akhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar menyebut sekitar 99,3 persen pendataan telah selesai.

Pelaksana Tugas Harian Kepala BPS Kukar, Khairil Anwar, mengatakan masih terdapat sekitar 0,7 persen data yang belum tuntas. Sebagian berasal dari responden yang masih sulit ditemui dan perusahaan yang belum menyelesaikan pengisian data.

“Kemudian perusahaan-perusahaan yang sudah didatangi tapi belum menyelesaikan pendataan,” ujar Khairil kepada awak media Berita Alternatif di kantornya pada Rabu (9/9/2026).

BPS menargetkan sisa pendataan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Batas akhir proses pendataan sendiri masih sampai 15 September 2026.

Selain mengejar responden yang belum terdata, BPS juga sedang memeriksa kembali data yang telah masuk.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk menemukan data yang masih memiliki ketidaksesuaian atau anomali. Jika ditemukan persoalan, petugas akan kembali menemui responden untuk melakukan konfirmasi.

“Jadi pekerjaannya sudah selesai, kita analisis, kita lihat anomalinya. Kemudian jika itu memang harus diperbaiki di lapangan, responden, petugas di lapangan memperbaiki kembali datanya,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa kondisi pendataan perusahaan saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Namun, BPS masih menunggu sejumlah perusahaan besar yang proses pengisian datanya harus dikoordinasikan dengan kantor pusat.

Khairil menjelaskan, tidak semua data perusahaan dapat dikeluarkan oleh kantor yang berada di Kukar. Sebagian informasi hanya dapat diberikan oleh kantor pusat masing-masing perusahaan.

“Karena banyak perusahaan yang mungkin di wilayah Kutai Kartanegara dia tidak bisa mengisikan datanya. Harus berkomunikasi dengan kantor pusat,” katanya.

Kondisi serupa terjadi pada sejumlah perusahaan Pertamina yang masih dalam proses pengisian oleh kantor pusat.

Dia menyebut jalur koordinasi yang berjenjang membuat proses pengumpulan data dari perusahaan besar berjalan lebih lambat.

“Ada beberapa data yang bisa dikeluarkan oleh kantor pusatnya saja. Ada data yang bisa dikeluarkan oleh kantor yang ada di wilayah Kutai Kartanegara. Jadi, untuk bisa mendapatkan data secara utuh mereka harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” jelasnya.

Meski pendataan sudah hampir rampung, BPS belum dapat menyampaikan gambaran lengkap mengenai struktur ekonomi Kukar berdasarkan Sensus Ekonomi 2026.

Ia mengatakan bahwa data yang masuk masih dalam proses pemeriksaan dan masih menunggu sejumlah perusahaan besar menyelesaikan pendataannya.

“Kita belum bisa mengeluarkan. Karena ini kan data masih berproses. Kita belum bisa mengetahui secara persis hasil dari sensus ekonomi,” ujarnya.

Khairil menegaskan hasil sensus akan disampaikan kepada masyarakat setelah seluruh proses selesai dan data telah melalui tahapan pengolahan.

Dia menjelaskan, Sensus Ekonomi berbeda dengan survei yang digunakan untuk mengukur kemiskinan. Sensus Ekonomi diarahkan untuk melihat struktur ekonomi secara makro di suatu wilayah.

“Sensus Ekonomi ini untuk melihat struktur ekonomi secara makro di masyarakat di suatu wilayah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA