Search

Rusia Sebut Sejumlah Negara Siap Pasok Senjata Nuklir ke Iran Usai Serangan AS

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. ANTARA/Sputnik/Pool/Yulia Zyryanova/am.

BERITAALTERNTIF.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah pernyataan mengejutkan dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, yang menyebut bahwa beberapa negara dinilai siap memasok senjata nuklir kepada Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Medvedev melalui unggahan di platform Telegram pada Minggu, tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi serangan udara terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran.

Menurut Medvedev, keputusan sejumlah negara untuk mendukung Iran secara militer, termasuk kemungkinan pasokan senjata nuklir, merupakan respons langsung terhadap eskalasi yang dipicu oleh serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan tersebut menjadi langkah terbaru dalam konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel, yang dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan intensitas.

Dalam pernyataannya, Medvedev menilai bahwa fasilitas yang menjadi target serangan udara mengalami kerusakan minimal. Ia bahkan menyebut bahwa pengayaan uranium dan potensi pengembangan senjata nuklir oleh Iran kemungkinan besar tetap berlanjut. Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat kini terlibat dalam konflik besar lainnya, yang menurutnya dapat berdampak serius terhadap stabilitas global dan keamanan kawasan.

Menanggapi tindakan Presiden Trump, Medvedev melontarkan kritik tajam. Ia menilai tindakan Trump bertentangan dengan citra “pembawa perdamaian” yang selama ini dikampanyekan. Menurut Medvedev, tindakan agresif semacam ini justru memperkecil peluang Trump untuk memperoleh pengakuan dunia sebagai tokoh perdamaian, termasuk untuk penghargaan seperti Hadiah Nobel Perdamaian. Ia menambahkan bahwa mayoritas negara di dunia menentang langkah-langkah militer yang diambil oleh AS dan Israel.

Serangan udara AS terhadap Iran sejak 13 Juni telah memicu balasan dari Teheran yang menyerang wilayah Israel menggunakan rudal. Ketegangan militer ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius di kedua belah pihak. Otoritas Israel melaporkan sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan rudal Iran. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Iran mencatat lebih dari 430 korban jiwa dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat rentetan serangan balasan yang dilakukan Israel.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik antara Iran, Israel, dan keterlibatan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat dan Rusia berpotensi membawa krisis global yang lebih besar, khususnya jika kemungkinan proliferasi senjata nuklir benar-benar terjadi. Komunitas internasional pun dihadapkan pada tantangan besar untuk menengahi krisis ini sebelum meluas menjadi konfrontasi yang lebih destruktif. (*)

Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA