Search

Rian Tri Saputra Dukung Sikap Kritis Pemuda Kukar

Ketua DPD KNPI Kukar, Rian Tri Saputra. (Berita Alternatif/M. As'ari)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPRD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Rian Tri Saputra mendukung sikap kritis pemuda terhadap kebijakan pemerintah derah.

Rian menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi mitra kritis dalam pembangunan daerah.

Namun, kata dia, sikap kritis itu harus dilandasi data yang valid, bukan sekadar berkoar tanpa disertai data yang dikaji secara mendalam.

Ia menjelaskan, jika pemuda ingin mengkritisi suatu kebijakan, yang pertama kali dilakukan adalah mengkaji dan memiliki data yang valid dan akurat.

“Jangan sampai kita kritis, tapi kritis kebablasan yang tidak punya data. Sehingga kalau tidak punya data dan tidak tervalidasi akan muncul hoaks,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).

Ria menilai banyak pemuda yang terjebak dalam perilaku reaktif, khususnya di media sosial. Hal itu justru merugikan publik karena hanya menambah kegaduhan tanpa solusi.

“Sungguh sangat disayangkan ketika ada anak muda yang hanya bisa berkoar-koar, tidak melakukan apa-apa, kerjaannya hanya nyinyir pada pemerintah, sedikit pun tidak berbuat kepada masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, KNPI Kukar akan membina generasi muda yang terjebak dalam pola tersebut. Sikap kritis harus diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Generasi muda yang seperti ini sebenarnya sebaiknya kita bina. Kita bimbing. Barangkali mungkin ada aspirasi yang tidak tersampaikan,” katanya.

Ia pun mengajak mahasiswa serta organisasi-organisasi kepemudaan agar berani menyampaikan kritik, tetapi tetap menjunjung obyektivitas dan ketulusan.

Rian mempersilakan para pemuda mengkritisi kebijakan pemerintah asalkan tak ditunggangi oleh kepentingan yang tidak selaras dengan aspirasi publik.

Dia menyebut kritik harus lahir dari hati nurani yang murni. Para pemuda mahasiswa dinilainya berpotensi mewujudkan sikap kritis demikian.

“Mahasiswa maupun organisasi kepemudaan memang ingin berjuang tulus untuk memperjuangkan masyarakat Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Ia menegaskan, kritik yang membangun adalah bagian dari bentuk kepedulian para pemuda terhadap daerah.

“Sekali lagi, kritik yang membangun adalah salah satu cara mencintai Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA