Search

Rezim Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza Meski Gencatan Senjata Dinyatakan Berlaku

Meski telah diumumkan adanya gencatan senjata, rezim Israel kembali melancarkan serangan udara, darat, dan laut di seluruh Jalur Gaza yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, dan memicu kecaman internasional. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF – Militer Israel melanjutkan pemboman besar-besaran di berbagai wilayah Gaza pada malam hari, menyasar area permukiman dan infrastruktur penting. Para saksi mata menggambarkan serangan tersebut sebagai salah satu yang paling intens sejak gencatan senjata diumumkan.

Kapal perang, drone, dan tank menembaki wilayah utara, barat, dan tengah Gaza secara bersamaan. Setidaknya 47 warga Palestina dilaporkan tewas di Kota Gaza dan Khan Younis, sementara puluhan lainnya luka-luka, menurut sumber medis lokal.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa jet tempur Israel menghantam sejumlah lokasi, termasuk Jalan al-Jalaa, al-Yarmouk, dan lingkungan al-Shuja’iya. Sebuah serangan terhadap rumah penduduk menewaskan beberapa warga sipil, di antaranya seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Di Gaza selatan, pejabat medis di Rumah Sakit al-Shifa mengonfirmasi tewasnya seorang ibu dan anak perempuannya setelah rumah mereka di kawasan Tel al-Hawa diserang drone Israel. Serangan drone lain di kamp pengungsi Nuseirat menewaskan sembilan orang, termasuk tiga anak-anak.

Sumber rumah sakit melaporkan bahwa pemboman Israel sepanjang malam telah menyebabkan 33 warga sipil tewas, termasuk 11 anak-anak.

Meski kekerasan terus berlangsung, pejabat Israel mengklaim bahwa serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk “memperkuat” gencatan senjata. Stasiun televisi Channel 12 di Tel Aviv mengutip seorang pejabat anonim yang mengatakan bahwa serangan terbaru “membantu menegakkan perjanjian gencatan senjata.” Pejabat itu menambahkan, “Hamas harus tetap takut akan kembalinya perang.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela tindakan kriminal rezim Israel dengan menyatakan, “Serangan-serangan ini bukan pelanggaran terhadap gencatan senjata, tetapi hak Israel untuk membela diri.”

Sementara itu, NBC News melaporkan bahwa sumber-sumber Israel mengklaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengatakan kepada Jared Kushner bahwa serangan tersebut “tidak melanggar gencatan senjata.”

Di Gaza utara, Beit Lahia dan kamp pengungsi al-Shati menjadi sasaran serangan artileri dan udara. Tenaga medis melaporkan sejumlah korban luka setelah sebuah sekolah yang menampung keluarga-keluarga pengungsi terkena serangan udara Israel.

Di Khan Younis, Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan rudal terhadap sebuah bangunan perumahan di distrik al-Amal. Pasukan angkatan laut Israel juga menembaki daerah pesisir dekat zona al-Mawasi di Rafah, menurut laporan koresponden Al Jazeera.

Kementerian Luar Negeri Turki mengecam serangan rezim Israel sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata” dan menyerukan agar kekerasan segera dihentikan.

Seorang anggota Komisi Penyelidikan Internasional untuk Palestina mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sudah ada cukup bukti untuk membuktikan adanya “kejahatan perang” oleh militer Israel, serta menyebutkan bahwa sejumlah komandan yang bertanggung jawab telah diidentifikasi.

Rumah Sakit al-Amal di Khan Younis juga melaporkan sepuluh orang terluka akibat serangan terpisah di dekat kompleks rumah sakit di Jalan al-Qudra.

Sementara itu di Tepi Barat yang diduduki, gerakan mahasiswa di Universitas Birzeit menyerukan aksi demonstrasi untuk memprotes agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Gaza. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA