Search

Quick Win Kesehatan Presiden Prabowo: 15 RSUD di Daerah Tertinggal Naik Kelas dan Siap Layani Pasien

Ilustrasi pembangunan fasilitas layanan kesehatan/Foto: Kemenkes

BERITAALTERNATIF – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat pemerataan layanan kesehatan nasional melalui program Quick Win sektor kesehatan. Sebagai bagian dari program tersebut, sebanyak 15 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) telah rampung dibangun dan siap beroperasi dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya menjelaskan bahwa pengoperasian ke-15 rumah sakit ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pelayanan medis spesialistik.

“Kita berusaha memecahkan masalah kesehatan di daerah DTPK secara komprehensif. Kelima belas rumah sakit itu akan dilengkapi dengan minimal tujuh layanan spesialis dasar, dan pemetaan kebutuhan SDM-nya sudah disusun secara detail,” ujar Azhar seperti dikutip dari InfoPublik, Jumat (24/10/2025).

Ketujuh layanan spesialis dasar yang dimaksud meliputi penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan, anestesi, patologi klinik, dan radiologi. Dengan adanya peningkatan ini, rumah sakit di kawasan DTPK ditargetkan mampu menangani sebagian besar kebutuhan medis tanpa harus melakukan rujukan ke rumah sakit provinsi.

Selain membangun infrastruktur fisik, Kemenkes juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten. Sejumlah tenaga medis Indonesia bahkan telah dikirim ke China dan Jepang untuk mengikuti pelatihan intervensi jantung dan neuro intervensi. “Kami ingin memastikan SDM yang bertugas di daerah memiliki kemampuan setara dengan dokter spesialis di kota besar,” kata Azhar.

Kemenkes juga memastikan bahwa seluruh rumah sakit baru tersebut dilengkapi alat kesehatan modern sesuai standar pelayanan madya. Proses tender pengadaan alat intervensi dan peralatan penunjang sudah berjalan, dengan target seluruh fasilitas siap beroperasi pada akhir tahun.

“Untuk alatnya sudah kita tender, termasuk peralatan intervensi dan penunjang lainnya. Targetnya, seluruh 15 RS ini bisa beroperasi sebagai Rumah Sakit Madya dengan standar pelayanan lengkap,” jelas Azhar.

Dalam waktu bersamaan, pemerintah juga tengah menata ulang sistem pembiayaan layanan kesehatan agar rumah sakit daerah dapat beroperasi lebih efisien dan berkelanjutan. Salah satu reformasi penting adalah transisi dari sistem INA-CBGs menuju INA-DRG (Indonesia Diagnosis Related Group)—model pembiayaan baru yang dinilai lebih adil dan berimbang bagi rumah sakit dan pasien.

Dengan penerapan sistem tersebut, Kemenkes berharap RSUD di daerah tertinggal dapat tumbuh mandiri secara finansial, tanpa kehilangan fokus pada pelayanan publik.

“Kalau struktur pembiayaan sudah lebih berimbang, subsidi bisa dikurangi, dan rumah sakit bisa tumbuh sehat tanpa mengorbankan akses masyarakat terhadap layanan berkualitas,” tutur Azhar.

Program Quick Win kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo dalam 100 hari kerja pertama, yang menargetkan penguatan pelayanan dasar di seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dengan beroperasinya 15 RSUD baru ini, pemerintah optimistis pelayanan kesehatan di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) akan semakin inklusif, mempercepat penanganan penyakit kronis, serta menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis. (*)

Sumber: indonesia.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA