Search

Profil Kepala SDN 002 Tenggarong, Guru Olahraga yang Raih Banyak Prestasi

Kepala Sekolah Dasar Negeri 002 Tenggarong, Ismid. (Berita Alternatif/Riyan)

BERITAALTERNATIF.COM – Ismid memulai tugasnya sebagai guru olahraga pada tahun 1993 di Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pria kelahiran Benua Puhun pada 22 April 1970 itu pun diangkat menjadi Kepala SD Negeri 010 Kutai Lama pada tahun 2007.

Sekolah tersebut berubah menjadi SD Negeri 010 Anggana setelah pemerintah menerbitkan aturan mengenai nama sekolah yang harus menggunakan nama kecamatan.

Pada tahun 2019, dia dimutasi untuk menjadi guru olahraga di SD Negeri 002 Tenggarong saat wabah virus Corona melanda dunia.

Dua tahun kemudian, ia kembali diangkat menjadi pelaksana tugas kepala sekolah sebelum akhirnya menjabat sebagai kepala sekolah definitif hingga sekarang di SD Negeri 002 Tenggarong.

Latar Belakang Pendidikan

Ismid lulus dari SMP DDI pada tahun 1985 di Samarinda. Dia melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Guru Olahraga (SGO). Ia pun lulus pada tahun 1991.

Awalnya, Ismid tidak pernah berpikir untuk masuk ke dunia pendidikan. Hanya saja, setelah lulus SMP sekitar tahun 1988, biaya masuk sekolah cukup mahal.

Sementara itu, SGO merupakan salah satu pilihan sekolah yang memerlukan biaya lebih minim dari sekolah lain, termasuk biaya seragam dan keperluan lain.

Setelah lulus pada tahun 1991, Ismid tidak lantas melanjutkan kariernya di dunia pendidikan.

Dia sempat menjadi kuli bangunan selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya pada tahun 1993 ia mengikuti ujian CPNS. Ia kemudian lulus sebagai PNS yang ditugaskan di Anggana.

Setelah lulus, pada tahun 1994 Ismid kembali mengikuti penyetaraan Diploma 2 yang dibiayai oleh pemerintah.

Kariernya sebagai guru tak berjalan mulus. Tentu saja ada beberapa tantangan yang dihadapinya, yang mengharuskannya untuk mengembangkan kompetensi yang mengarah pada pencapaian tujuan dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

Ismid sering kali mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan olahraga, bahkan ia sempat menjadi instruktur senam saat diadakan pelatihan dan bimbingan teknis di Anggana.

Sebagai kepala sekolah, Ismid terlebih dahulu membangun hubungan dan kepercayaan dengan guru-guru di SDN 002 Tenggarong.

Sebagai seorang pemimpin, cara-cara otoriter tidak cocok diterapkan di sekolah karena mengayomi justru lebih baik. Cara terakhir juga akan berpengaruh terhadap kinerja guru saat mengajar di kelas.

Menurutnya, kepala sekolah tidak boleh memberikan beban yang membuat para guru tidak nyaman. Beban yang mereka pikul harus bisa dinikmati dan dijalankan serta diterima dengan tulus.

Prestasi Pribadi dan Sekolah

SDN 002 Tenggarong telah meraih banyak sekali prestasi, salah satunya sebagai Sekolah Sehat yang diberikan oleh rumah sakit setempat melalui Puskesmas.

Dalam proses penilaiannya, petugas mendatangi dan mengecek langsung keadaan sekolah yang sering kali menjadi contoh tersebut.

Predikat lain seperti Sekolah Ramah Lingkungan hingga Sekolah Adiwiyata pun mereka peroleh.

Sekolah tersebut juga beberapa kali menjadi sekolah yang dikunjungi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara karena SD Negeri 002 Tenggarong berkontribusi dalam pemberian penghargaan Adipura terhadap kota atau kabupaten di Indonesia atas keberhasilannya dalam mengelola lingkungan perkotaan.

Salah satu keunggulan sekolah ini adalah kemampuan mereka untuk mencetak anak-anak berprestasi di bidang akademik dan non-akademik. Mereka tidak pernah tergeser di posisi pemenang dalam Olimpiade Sains Siswa Nasional maupun Olimpiade Olahraga Siswa Nasional.

Para guru juga berhasil menghantarkan siswa mereka mengikuti lomba hingga jenjang nasional, sehingga mereka berhasil mendapatkan predikat sekolah berprestasi dan sekolah yang dianggap memiliki sistem pembelajaran yang baik di tingkat nasional.

Ismid selalu mendukung setiap bakat yang dimiliki oleh siswanya. Saat ini, sekolah tersebut memiliki 12 kegiatan ekstra untuk menunjang minat dan bakat mereka.

Di era digital, Sekolah Unggul tersebut juga terus mengikuti perubahan zaman. Dalam proses pembelajaran, anak-anak yang berada di kelas tinggi seperti kelas 4 hingga kelas 6 SD Negeri 002 Tenggarong mulai menggunakan sistem pembelajaran berbasis digital.

Dalam beberapa kesempatan, siswa juga diperkenankan untuk menggunakan internet. Sekolah tidak melarang mereka menggunakan telepon pintar dengan catatan penggunaannya akan berada di bawah pengawasan pengajar.

Selain itu, Ismid selalu mengimbau dan menyarankan para guru untuk terus belajar, terutama dalam menggunakan internet sebagai rujukan untuk metode pembelajaran yang baik serta meningkatkan kompetensi guru. Hal ini selalu disampaikannya dalam rapat-rapat yang diselenggarakan SD Negeri 002 Tenggarong.

Sekolah tersebut terus mencetak siswa berprestasi di bidang akademik. Meski begitu, Ismid mengaku tidak melupakan pendidikan karakter terhadap para pelajar di sekolah tersebut. Siswa dibiasakan dan diarahkan untuk berperilaku baik sebelum masuk kelas, saat pembelajaran, keseharian di sekolah, dan kala mereka bermain bersama.

Selama ia menjabat sebagai Kepala SD Negeri 002 Tenggarong, mereka banyak menoreh prestasi, piagam, hingga penghargaan dan sertifikat sebagai sekolah yang selalu dilibatkan dalam setiap program maupun kegiatan pemerintah karena posisi sekolah tersebut yang dekat dengan jantung kota.

Selain peran guru, keterlibatan orang tua dan wali murid berpengaruh dalam mendukung seluruh aktivitas siswa. Orang tua dilibatkan langsung melalui pembentukan komite sekolah dan komite kelas guna memastikan siswa merasa nyaman dalam proses pembelajaran di kelas.

Kurikulum yang digunakan pun selalu mengikuti kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sehingga setiap perubahannya selalu diterapkan oleh jajaran SDN 002 Tenggarong demi mengikuti sistem yang berlaku.

Ismid memiliki keresahan dalam setiap perubahan sistem pendidikan saat ini. Di era digital seperti sekarang, mereka dituntut untuk mengikuti perubahan zaman. Para guru justru terbantu dengan sistem pendidikan saat ini karena bisa membuat segala sesuatu lebih nyaman.

Meski begitu, dalam mengikuti perubahan sistem pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, ada beberapa hal yang membuat mereka kewalahan karena perubahan yang berjalan terlalu cepat.

Namun, perubahan yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini jauh lebih efisien serta mengurangi beban administrasi guru sehingga setiap guru bisa lebih fokus dalam mengajar dan memberikan performa yang baik kepada siswa.

Ismid berharap siswa-siswa mereka bisa terus berprestasi setelah lulus dari SD.

Ia juga percaya siswa mereka adalah para pelajar yang memiliki kemampuan mumpuni sehingga dapat bersaing di tingkat berikutnya.

Kebanyakan siswa yang sudah berprestasi selama berada di sekolah dasar memiliki kemungkinan besar untuk terus berkembang lebih jauh di jenjang berikutnya, sehingga Ismid menganggap mereka berhasil mencapai tujuan untuk mencetak bibit unggul yang akan menjadi generasi penerus bangsa di masa depan.

Secara pribadi, dia ingin selalu memberikan yang terbaik untuk pengembangan sekolah yang dipimpinnya.

Ia berharap bisa dikenal sebagai sosok pemimpin yang ramah dan mengayomi sehingga akan terus memberikan kesan baik di masa depan.

Ismid mengaku tidak memerlukan pujian karena kepala sekolah harus selalu mempersembahkan yang terbaik, terutama dalam memberikan pelayanan serta menjaga amanah sebagai pemimpin di sekolah tersebut.

Dia sangat jarang berdiam diri di ruangannya. Ia sering berkeliling untuk menyapa siswa serta berbincang dengan para guru untuk menciptakan lingkungan yang nyaman.

Begitu juga dalam menegakkan disiplin di sekolah. Ismid sering memberikan contoh secara langsung.  Dia selalu datang pada jam tujuh pagi serta mengikuti setiap kegiatan gotong royong yang dilaksanakan sekolah.

Apabila guru merasa nyaman berada di sekolah, menurutnya, maka mereka juga akan selalu memberikan energi positif dalam mengajar dan mendidik siswa.

Dia berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kukar mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah agar dapat menjamin mutu dan kualitas pendidik. (*)

Penulis: Hanna

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA