BERITAALTERNATIF.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan di China pada hari Senin (1/9/2025), membicarakan hubungan bilateral dan berbagai isu internasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela KTT ke-25 Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, Pezeshkian menekankan bahwa interaksi yang terus berjalan dengan Rusia sangat berharga bagi Iran.
Dia menyatakan bahwa pelaksanaan perjanjian jangka panjang akan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama, dan menekankan bahwa kolaborasi dalam kerangka Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan semakin mempercepat serta mempermudah interaksi penting antara kedua negara.
Ia juga menegaskan komitmen pribadinya untuk mempercepat implementasi seluruh kesepakatan dengan Rusia dan mengatasi setiap hambatan yang mungkin muncul.
Pezeshkian menyoroti pentingnya pertukaran pengalaman serta kerja sama di bidang ilmiah dan akademik.
Menurutnya, hal itu akan menyatukan potensi kedua negara dan menciptakan fondasi yang kuat untuk keterlibatan komprehensif di berbagai sektor.
Berbicara mengenai situasi geopolitik, Pezeshkian mengkritik upaya Amerika Serikat dan sekutunya yang terus mendorong sikap unilateral.
Dia menegaskan bahwa forum seperti SCO merupakan wadah yang tepat untuk memperkuat multilateralisme dan mendorong keseimbangan dalam tatanan dunia.
Sebagai tanggapan, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan salam hangat dan doa terbaik kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Dia menekankan bahwa hubungan antara Iran dan Rusia semakin bersahabat dan berkembang pesat, terutama dengan ditandatanganinya serta dijalankannya perjanjian komprehensif jangka panjang.
Putin menambahkan bahwa volume perdagangan antara kedua negara meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menilai kelanjutan perjanjian perdagangan bebas antara Iran dan EAEU akan berperan penting dalam memperkuat kerja sama lebih lanjut.
Selain aspek ekonomi, Putin juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antar-masyarakat.
Dia menyebut peningkatan jumlah mahasiswa Iran yang memilih melanjutkan studi di Rusia sebagai tanda positif.
Ia juga menyinggung berbagai festival budaya dan program bersama yang dijalankan kedua negara, serta pertumbuhan pertukaran pariwisata.
Presiden Rusia itu menutup dengan menekankan komunikasi rutin yang terus berlangsung antara kedua negara mengenai beragam isu regional dan internasional, termasuk kolaborasi mereka dalam aktivitas nuklir damai Iran.
Hal ini menunjukkan kedekatan hubungan strategis yang tidak hanya bersifat politik, tetapi juga menyentuh bidang budaya, pendidikan, dan sosial. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












