Search

Putin dan Xi akan Tandatangani 40 Kesepakatan di Beijing

Presiden China dan Presiden Rusia. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada Rabu (20/5/2026) untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin diperkirakan akan menandatangani 40 perjanjian dan sebuah deklarasi bersama setelah pembicaraan mereka selesai, lapor koresponden Al Mayadeen di Beijing.

Kedua pemimpin dijadwalkan membahas penguatan kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis antara kedua negara, termasuk perdagangan.

Perdagangan antara Rusia dan China saat ini telah melampaui 200 miliar dolar AS, dengan lebih dari 90% transaksi dilakukan menggunakan mata uang lokal. Kepala biro Al Mayadeen di Moskow melaporkan bahwa sejumlah perjanjian baru diperkirakan akan ditandatangani, sementara koresponden di Beijing menambahkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup sektor energi dan kecerdasan buatan (AI).

Di bidang energi, kerja sama sektor hidrokarbon dan proyek pipa gas Power of Siberia 2 juga masuk agenda pembahasan, menurut RIA Novosti. Kedua presiden juga sepakat memperpanjang Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan China-Rusia.

Xi Peringatkan “Hukum Rimba”

Saat membuka pertemuan puncak, Xi memperingatkan bahwa dunia berisiko jatuh ke dalam “hukum rimba” dan mengatakan China serta Rusia akan terus mendorong koordinasi strategis yang berkelanjutan, menurut televisi pemerintah China.

Mengenai situasi di Asia Barat, Xi mengatakan kawasan tersebut berada pada titik transisi penting dari perang menuju perdamaian. Ia menegaskan perlunya gencatan senjata menyeluruh dan menyatakan bahwa dimulainya kembali perang tidak dapat diterima, sementara kelanjutan negosiasi sangat penting.

“Negosiasi sangat penting, dan pertempuran harus dihentikan,” kata Xi kepada Putin.

Xi menekankan bahwa mengakhiri perang lebih awal akan membantu membatasi gangguan terhadap stabilitas pasokan energi, rantai pasok dan industri, serta sistem perdagangan internasional.

Presiden China itu juga menyinggung proposal empat poin yang sebelumnya ia ajukan untuk menjaga dan memperkuat perdamaian serta stabilitas di Asia Barat. Proposal tersebut, katanya, bertujuan membangun konsensus internasional, meredakan ketegangan, mengurangi eskalasi, dan mendukung perdamaian.

Putin Puji Hubungan Bilateral

Putin menegaskan bahwa hubungan Rusia-China telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, seraya menekankan bahwa kemitraan komprehensif kedua negara menjadi model hubungan antarnegara di era baru.

Mengenai perdagangan, Putin menyebut pertukaran bilateral telah meningkat tiga puluh kali lipat dan kini melampaui 200 miliar dolar AS.

“Kami menandatangani 40 dokumen, sebagian besar terkait kerja sama ekonomi, dan perdagangan kami mencapai 240 miliar dolar tahun lalu,” ujar Putin.

Presiden Rusia itu menegaskan bahwa kedua negara mendukung pembangunan bebas dan berdaulat setiap bangsa dalam tatanan internasional yang lebih adil.

Putin juga mengatakan pembicaraannya dengan Xi berlangsung dalam suasana yang sangat hangat dan konstruktif.

Perluasan Kerja Sama Moskow-Beijing

Xi mengatakan hubungan China-Rusia telah memasuki tahap baru dengan efektivitas yang cepat dan perkembangan yang dipercepat, seraya menegaskan bahwa kepercayaan politik timbal balik tetap menjadi fondasi hubungan bilateral.

Ia berkata: “Dialog harus ditingkatkan di semua tingkatan, dan kita harus memberikan dorongan baru bagi pembangunan nasional dan keuntungan bersama.”

Xi menambahkan bahwa China siap bekerja sama dalam bidang pendidikan dan pertukaran keahlian antara kedua negara. Ia juga mengatakan China akan terus memperkuat kekuatan nasionalnya melalui modernisasi bergaya China.

“Kami bekerja sama dalam tata kelola internasional di dunia yang didominasi tindakan sepihak, dan China serta Rusia bekerja melawan hegemoni,” tambah Xi.

Sementara itu, Putin mengatakan kedua pihak telah mengadakan pembahasan substantif mengenai isu-isu utama kerja sama bilateral dalam pertemuan format kecil, dan pembicaraan yang lebih luas akan dilanjutkan setelahnya.

Dia menyebut Rusia dan China memperluas kerja sama di sektor industri seperti produksi otomotif, pertambangan, logistik, serta pertukaran kemanusiaan di bidang budaya dan spiritual.

“Kami bekerja sama dalam penerapan hukum internasional, pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan penyelesaian krisis internasional,” kata Putin, seraya menambahkan bahwa kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional terkini.

Putin juga mengatakan: “Rusia sedang menyelesaikan unit tenaga nuklir di pembangkit listrik di China, dan pengoperasiannya akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan energi.”

Ia menambahkan bahwa kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai bidang strategis.

Upacara Penyambutan

Putin tiba di China pada malam sebelumnya. Pada Rabu pagi, upacara penyambutan resmi digelar di Lapangan Tiananmen, di mana pasukan kehormatan, grup musik, dan puluhan anak-anak yang membawa bunga serta bendera kedua negara menyambut presiden Rusia tersebut, menurut RIA Novosti.

Orkestra China memainkan lagu “Moscow Nights”, lagu Soviet yang dikenal luas sebagai simbol Rusia. Bendera nasional dipasang di Aula Besar Rakyat dan karpet merah dibentangkan di lapangan tersebut.

Xi secara langsung menyambut Putin di depan Aula Besar Rakyat sebelum pembicaraan dimulai.

Tokoh politik, ekonomi, dan militer juga turut mendampingi Putin dalam kunjungan tersebut, lapor kepala biro Al Mayadeen di Moskow. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA