BERITAALTERNATIF.COM – Hari Raya Iduladha kembali menghadirkan ruang perenungan bagi manusia untuk bertanya pada dirinya sendiri: sejauh mana hidup telah dijalani bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Kurban pada hakikatnya bukan semata tentang penyembelihan hewan. Ia adalah pelajaran agung tentang ketulusan, pengorbanan, dan keberanian manusia untuk menaklukkan ego demi kemaslahatan yang lebih besar. Dalam setiap tetes pengorbanan, tersimpan pesan bahwa kemanusiaan hanya akan tumbuh ketika manusia mau berbagi dan saling menguatkan.
Dalam semangat itulah, PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta bersama Dana Mustadhafin menyelenggarakan kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban bagi masyarakat sebagai bagian dari memperkuat solidaritas sosial, kepedulian, dan kemanusiaan di Jakarta pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam momentum Iduladha tahun ini, total distribusi hewan kurban sendiri yang dikelola oleh Dana Mustadhafin mencapai 6 ekor sapi dan 71 ekor kambing yang disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam kolaborasi PW Matahari Pagi DKI Jakarta dan Dana Mustadhafin turut menyalurkan hewan kurban sapi dari Perumda Pasar Jaya.
Bagi PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta, Iduladha bukan hanya momentum ritual keagamaan, melainkan peristiwa sosial yang menghidupkan kembali makna gotong royong di tengah masyarakat urban yang semakin individual.
“Kurban pada dasarnya adalah pelajaran tentang ketulusan. Ia mengajarkan manusia untuk rela berbagi, mengurangi ego, dan menghadirkan dirinya bagi kebahagiaan orang lain,” tutur Budhi Haryadi, Sekretaris PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta, dalam rilisnya yang diterima media ini.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan begitu terasa kuat. Relawan, masyarakat, dan berbagai elemen komunitas bekerja berdampingan dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban. Tidak ada sekat status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Semua dipersatukan oleh satu semangat yang sama: merawat kemanusiaan.
Di tengah gema takbir dan aktivitas gotong royong yang berlangsung, kegiatan ini menghadirkan pesan tentang pentingnya spirit kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan untuk membangun masyarakat.
PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta menilai solidaritas sosial adalah elemen penting dalam masyarakat. Kolaborasi bersama Dana Mustadhafin dan dukungan dari Pasar Jaya menjadi simbol penting bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan sinergi lintas elemen. Ketika komunitas, lembaga sosial, dan berbagai pemangku kepentingan bersatu, maka manfaat yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dalam kegiatan ini, kurban dimaknai lebih dari sekadar distribusi pangan. Ia adalah simbol kehadiran sosial, bahwa di tengah kesulitan ekonomi dan tantangan kehidupan kota, masih ada hati yang tetap peduli dan tangan yang terus terulur untuk berbagi.
“Kami berterima kasih atas amanah dan kepercayaan dari Pasar Jaya yang telah menitipkan hewan kurban kepada kami. Ini bermakna penting untuk mempererat solidaritas sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Jakarta,” ujar Budhi.
“Semoga Pasar Jaya terus bertumbuh menjadi institusi yang semakin maju, berdaya saing, unggul, serta mampu menembus cakrawala global tanpa kehilangan akar pengabdiannya bagi masyarakat Jakarta,” lanjutnya.
Ia turut mendoakan keberangkatan ibadah haji Gubernur DKI Jakarta dan istrinya serta kebaikan bagi masyarakat Jakarta secara luas.
“Semoga haji pak gubernur Pramono Anung dan Ibu Hani Pramono menjadi haji yang mabrur serta momen Iduladha ini semakin memperkuat tali kasih, persaudaraan, serta dan solidaritas sosial masyarakat Jakarta,” ucapnya.
PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan yang lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)
Editor: Ufqil Mubin










