Search

Perubahan Drastis Harga Ayam di Pasar Tangga Arung

Potret ayam potong yang dijual di Pasar Tangga Arung Tenggarong. (Berita Alternatif/Rifa'i)

BERITAALTERNATIF.COM – Harga ayam potong di Pasar Tangga Arung, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan gejala fluktuasi yang cukup tajam.

Pada Sabtu (9/8/2025), harga ayam mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Harga tersebut merupakan harga tertinggi sepanjang bulan Juli hingga Agustus tahun ini.

Pedagang ayam potong Pasar Tangga Arung, Rahman, yang sudah lama berjualan di pasar tersebut, menjelaskan bahwa harga ayam tidak pernah stabil dan berubah-ubah setiap hari.

Bahkan, sambung dia, harga yang sudah ditetapkan pada pagi hari ini bisa berubah esok hari.

“Harga ayam naik turun setiap hari. Kadang selisihnya cukup jauh, tergantung dari mana ayam itu kita ambil,” ucapnya.

Menurutnya, harga ayam yang selalu berubah-ubah karena pasokan ayam yang diambil dari berbagai daerah, seperti Loa Tebu, Maluhu, Spontan, Mangkuraja, Sebulu, hingga Banjarmasin.

“Ongkos pengambilannya itu yang membuat harga tidak tetap setiap hari,” ungkapnya.

Dia menyebut harga ayam hanya bisa stabil selama satu hari. Keesokan harinya, harga bisa berubah mengikuti kondisi pasokan dan permintaan.

Namun, untuk saat ini, ia memprediksi harga ayam akan bertahan di angka Rp 35 ribu per kilogram, terutama di lapaknya.

Sementara itu, pedagang ayam yang juga berjualan di Pasar Tangga Arung, Marni mengatakan, saat ini harga ayam yang dijualnya berada di angka Rp 31 ribu per kilogram.

Dia mengungkapkan, perbedaan harga antara pedagang satu dengan lainnya disebabkan oleh variasi biaya pengambilan ayam dari daerah pemasok.

Ia mengambil ayam dari lokasi yang biaya pengirimannya lebih terjangkau. “Sehingga harga jual saya bisa sedikit lebih murah,” jelasnya.

Marni mengakui bahwa menjaga harga ayam di Tenggarong tetap stabil sangat sulit karena pasokan yang datang sering berubah-ubah setiap hari.

Bila pasokan lancar dan permintaan normal, harga ayam hanya bisa stabil selama sehari. “Tapi setelah itu pasti berubah lagi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA