BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai fondasi ekonomi baru daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan arah kebijakan tersebut merupakan turunan dari misi kedua dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar, yang menitikberatkan pada pembangunan sektor pertanian berkelanjutan sebagai penopang ekonomi non-ekstraktif.
“Di RPJMD, misi kedua itu perangkat daerah tinggal menjabarkan dalam Renstra. Di dalam Renstra, desain-desainnya sudah ada di RPJMD. Programnya juga sudah diatur dan diintegrasikan ke dalam Renstra itu,” jelas Taufik kepada awak media Berita Alternatif di Pendopo Odah Etam Tenggarong pada Kamis (30/10/2025).
Dia menegaskan, strategi pembangunan sektor pertanian Kukar berbasis pada potensi wilayah yang memiliki prospek pasar jelas.
“Kita tidak bisa memaksakan produk pertanian baru yang pasarnya belum jelas. Kasihan petani kalau sudah dikembangkan tapi tidak ada pasarnya. Jadi, tetap kita mengembangkan produk pertanian yang sudah memiliki potensi baik dan didukung pasar,” ujarnya.
Menurutnya, tiga subsektor utama yang menjadi fokus Distanak Kukar meliputi tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.
Untuk tanaman pangan, sambungnya, padi masih menjadi komoditas unggulan daerah, disusul pengembangan jagung yang diharapkan dapat mendorong hilirisasi industri pakan.
“Tanaman pangan yang menjadi unggulan di Kukar adalah padi. Kemudian juga dalam rangka mendukung hilirisasi, kita kembangkan jagung. Nanti diharapkan jagung ini bisa mendorong hilirisasi ke pakan dan seterusnya,” terang Taufik.
Untuk subsektor hortikultura, lanjutnya, Kukar memiliki potensi besar pada komoditas sayur-sayuran dan buah-buahan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.
“Sentra-sentra produksi sayuran di Kukar itu banyak, hampir di semua kecamatan ada,” tambahnya.
Sementara itu, untuk subsektor peternakan, ia menyebut Kukar memiliki populasi unggas yang cukup kuat, baik ayam pedaging maupun ayam petelur, namun produksi daging sapi masih perlu ditingkatkan.
“Alhamdulillah, Kukar ini untuk produksi daging ayam sudah sesuai, begitu juga telur. Tapi yang untuk daging ternak besar, seperti sapi, masih belum. Jadi, kita mendorong peningkatan populasi ternak besar maupun ternak kecil. Untuk unggas, kita dorong unit-unit usaha peternakan agar terus berkembang,” paparnya.
Kukar Sumbang 42 Persen Produksi Padi Kaltim
Taufik mengungkapkan, Kukar merupakan daerah penyumbang terbesar produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni sekitar 42 persen dari total produksi provinsi. Namun demikian, Kaltim secara keseluruhan masih belum mencapai swasembada padi.
“Produksi padi di Kukar ini bisa menyumbang sekitar 42 persen untuk produksi Kalimantan Timur. Meskipun Kalimantan Timur belum swasembada, tantangan ke depan adalah bagaimana Kalimantan Timur bisa swasembada, meski Kukar sendiri sudah mencukupi,” jelasnya.
Produktivitas padi di Kukar saat ini masih berkisar 4,2 ton per hektare, yang dinilai masih di bawah potensi ideal. Oleh karena itu, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam.
“Strateginya tentu yang pertama adalah meningkatkan produktivitas dari lahan yang sudah ada, kemudian ada juga perluasan area tanam. Untuk meningkatkan produktivitas, kita perbaiki sistem irigasi, bahan tanaman, pupuk, serta input-input pertanian lainnya,” kata Taufik.
Dorong Kontribusi Pertanian terhadap PDRB
Lebih lanjut, dia mengatakan, peningkatan hasil produksi pertanian dan peternakan diharapkan mampu menaikkan kontribusi sektor non-ekstraktif terhadap PDRB Kukar.
“Sektor penggalian dan pertambangan masih di atas 64 persen, sedangkan pertanian baru sekitar 4 persen berdasarkan data BPS. Ke depan, dengan misi kedua sebagai fondasi ekonomi baru, diharapkan kontribusi pertanian bisa meningkat terhadap PDRB Kukar,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan hasil produksi pertanian, tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak lagi bertumpu pada sektor tambang.
“PDRB Kukar akan meningkat apabila produksi hasil pertanian juga meningkat. Itu yang menjadi fokus strategi kami ke depan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












