Search

Pernyataan Lengkap Sayyid Thariq Assegaff dalam Pelantikan dan Rakerda ABI Kukar

Ketua DPW ABI Kalimantan Timur, Sayyid Thoriq Assegaff. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang digelar di BPU Kantor Kelurahan Baru pada Sabtu (29/11/2025) mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Ketua DPW ABI Kalimantan Timur Sayyid Thariq Assegaff menegaskan bahwa kegiatan pelantikan merupakan fase penting dari proses pengkhidmatan dalam organisasi, sebelum memasuki fase kerja nyata di tengah masyarakat.

“DPW telah mengarahkan seluruh DPD untuk melaksanakan fase awal pengkhidmatan yakni pelantikan. Insyaallah, selanjutnya kita memasuki fase kerja, di mana seluruh DPD akan mulai menjalankan program-program kerja sesuai amanat organisasi,” ujarnya.

Sayyih Thariq juga menanggapi sambutan dari Lurah Baru Tenggarong, Bayu Ramanda Baninugraha, yang sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada ABI atas kontribusi sosial yang telah dilakukan di wilayahnya.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa ABI diperhatikan dan dinilai positif oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

“Apa yang disampaikan Pak Lurah menunjukkan bahwa kita dipantau, dilihat, dan dinilai. Beliau bahkan mengikuti perkembangan ABI sejak awal pendirian hingga pelantikan. ABI dianggap sebagai ‘civil society’ yang memiliki peran dan memberi warna dalam pembangunan,” ungkapnya.

Lurah Baru dalam sambutannya juga menginformasikan bahwa Kelurahan Baru baru-baru ini mendapatkan predikat terbaik se-Kaltim dalam program gotong royong, dan salah satu faktor penilaian tersebut adalah adanya kontribusi aktif dari ABI dan Yayasan dalam kegiatan sosial masyarakat.

“Apa yang kita lakukan selama ini mendapat perhatian khusus dan memberi kesan yang baik. Kita dianggap sebagai komunitas kecil tapi mampu memberi pengaruh besar dan memiliki kemampuan adaptif yang tinggi dalam membaur dengan masyarakat,” tambahnya.

Sayyid Thariq menegaskan bahwa seluruh aktivitas organisasi memiliki dasar keimanan dan ketakwaan.

Dia mengutip ayat suci Al-Qur’an yang menyerukan umat beriman untuk bertakwa, kemudian mencari jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada Allah.

“Jalan itu adalah jalan Ahlulbait. Kita beriman, kita bertakwa, dan kita memiliki wasilah itu. Maka setelah itu Allah memerintahkan kita untuk berjihad,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa jihad tidak selalu bermakna peperangan, tetapi juga mencakup jihad pembangunan, jihad pendidikan, dan jihad pengabdian kepada masyarakat.

“Yang kita lakukan dalam organisasi ini adalah jihad al-bina’—jihad pembangunan. Jihad mencerdaskan kehidupan umat, jihad bermuamalah, dan mengarahkan seluruh potensi menuju Allah SWT melalui pengabdian,” jelasnya.

Sayyid Thariq mengajak seluruh pengurus dan anggota ABI untuk menjaga semangat pengabdian dan meningkatkan kualitas program kerja.

Menurutnya, ABI telah diakui sebagai komunitas yang memberikan dampak nyata, dan hal itu harus terus diperkuat dalam bentuk tindakan.

“Capaian ini harus kita dorong lebih jauh. Apa yang kita lakukan memiliki fondasi keyakinan, dan tugas kita adalah mengantarkan umat menuju Allah melalui pengabdian. Mari terus melangkah dengan kesungguhan dan istikamah,” pungkasnya.

Dia menegaskan bahwa kontribusi ABI di Kukar bukanlah hal baru. Selama lebih dari 12 tahun, ABI telah menjalankan berbagai program sosial yang memberi dampak nyata kepada masyarakat, terutama dalam membantu keluarga kurang mampu.

“Mungkin Pak Lurah belum mendengar ceritanya, bahwa kita sudah lebih dari 12 tahun melakukan kerja-kerja sosial. Di antaranya memberikan bantuan sembako kepada sekitar 20 keluarga. Dulu, jumlah yang dibantu bahkan mencapai 50 sampai 60 orang,” jelasnya.

Seiring dengan dinamika ekonomi organisasi dan kemampuan finansial para anggota, jumlah penerima manfaat mengalami penyesuaian. Namun, yang terpenting menurutnya adalah konsistensi dan keberlanjutan gerakan sosial tersebut.

“Walaupun kemampuan ekonomi kita menurun, kita tetap berusaha menjaga rutinitas bantuan ini. Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang kecil tetapi dikerjakan secara istikamah jauh lebih baik daripada sesuatu yang besar namun hanya dilakukan sekali,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa inilah nilai utama yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus organisasi.

“Ini adalah semangat bagaimana kita mempertahankan gerakan, walaupun kecil. Inilah yang harus kita pertahankan, dan ini yang harus kita sampaikan kepada saudara-saudara kita,” tambahnya.

Komitmen selama 12 tahun ini menjadi modal penting bagi ABI untuk melanjutkan perannya sebagai komunitas yang memberi warna dalam pembangunan daerah, sebagaimana diapresiasi oleh Lurah Baru sebelumnya.

Sayyid Thariq menyoroti dinamika penerimaan organisasi ABI di masyarakat. Di beberapa wilayah, sempat ada resistensi terhadap keberadaan ABI. Namun seiring waktu, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. “Kita mendapatkan penerimaan yang cukup baik,” tuturnya.

Menurutnya, resistensi dari sebagian kecil pihak bukan penghalang utama. Justru yang paling penting adalah bagaimana ABI membuktikan keberadaan dan kontribusinya melalui tindakan nyata.

“Permainan elemen-elemen di atas itu harus kita lupakan. Kita jawab dengan perbuatan, dengan kerja, dengan bukti konkret di lapangan. Saya yakin, kebencian atau ketidaksukaan 1–2 orang yang jumud dan tidak memiliki tingkat intelektual baik akan terkikis dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Dia menekankan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukan dari pengakuan pejabat atau regulator, tetapi dari penerimaan masyarakat.

“Penilai utama kita adalah masyarakat. Pengguna nyata dari kerja-kerja kita adalah masyarakat, bukan pemerintah. Dan alhamdulillah, penilaian itu sudah mulai kita dapatkan hari ini,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap DPD ABI Kukar mampu meningkatkan semangat jihad sosial dan pengabdian, menyempurnakan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam gerakan kemasyarakatan.

Merujuk pada ayat yang sebelumnya disampaikan, Sayyid Thariq menegaskan bahwa semua gerakan organisasi pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama.

“Tujuan dari semua ini agar kita semua beruntung. Keberuntungan kita di hadapan Allah pada hari di mana tidak ada sesuatu pun yang lebih menguntungkan selain amal perbuatan kita,” jelasnya.

Dia juga menghubungkan semangat pengabdian ABI dengan rasa cinta kepada Ahlulbait, khususnya Sayidah Fathimah Az-Zahra a.s.

“Apa yang kita lakukan ini adalah upaya untuk membahagiakan Bunda Zahra a.s. Semoga langkah dan perjuangan kita diterima sebagai bentuk kecintaan kepada beliau,” ungkapnya.

Ia menyampaikan kisah inspiratif dari Sardar Ali Amirzadeh, seorang panglima yang terlibat dalam teknologi rudal Iran. Dalam sebuah misi berat yang dianggap mustahil, Amirzadeh diminta untuk meniatkan seluruh usaha dan amal perjuangannya sebagai hadiah pahala kepada Sayidah Zahra a.s.

“Dan setelah kami melakukan itu,” kata Amirzadeh, “misi yang paling sulit dan rumit bisa kami jalankan hingga tuntas.”

Dengan analogi tersebut, Sayyid Thariq meyakinkan para kader ABI bahwa apa yang mereka lakukan jauh lebih ringan dibanding tugas berat itu.

“Apalagi kita hanya bertugas di tengah masyarakat. Jika kita niatkan untuk Sayidah Zahra a.s., insyaallah Allah bukakan jalan-jalan kita menuju kesuksesan,” ucapnya penuh keyakinan. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA