Search

Pensiun Paksa Laksamana Amerika Akibat Penolakan terhadap Serangan di Karibia

Media-media Amerika mengungkap bahwa alasan di balik pensiun paksa komandan pasukan Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin adalah penolakannya terhadap serangan Amerika terhadap kapal-kapal di Laut Karibia. (Mehr News).

BERITAALTERNATIF – Surat kabar Daily Beast dalam sebuah laporan menulis bahwa setelah Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, pada bulan Oktober mengumumkan melalui media sosial bahwa Alvin Holsey, komandan pasukan Amerika Serikat di Amerika Latin, akan pensiun pada akhir tahun setelah 37 tahun bertugas di Angkatan Laut, berbagai pertanyaan dan keraguan mulai bermunculan terkait keputusan tersebut.

Daily Beast menulis bahwa Holsey yang berusia 60 tahun baru saja menjabat posisi itu pada November tahun lalu, sebuah jabatan yang biasanya memiliki masa tugas tiga tahun. Hal ini berarti ia harus meninggalkan jabatannya sekitar dua tahun lebih cepat dari jadwal yang semestinya.

Pada saat itu, beredar rumor bahwa pengunduran dirinya merupakan akibat dari perbedaan pandangan dengan Hegseth terkait langkah-langkah militer Amerika Serikat di Laut Karibia. Surat kabar Washington Post melaporkan bahwa Hegseth tidak puas dengan kinerja Holsey dan meminta agar ia mengundurkan diri, sebuah klaim yang kemudian dibantah oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Namun, laporan terbaru Wall Street Journal mengonfirmasi bahwa setelah berbulan-bulan ketegangan dan perselisihan, Hegseth memang meminta mantan pilot helikopter tersebut untuk mundur dari jabatannya. Menurut laporan surat kabar itu, dengan mengutip dua pejabat Pentagon, perbedaan pendapat mulai muncul setelah pelantikan Donald Trump pada Januari, dan semakin memuncak ketika Holsey mempertanyakan legitimasi hukum dari serangan-serangan mematikan terhadap kapal-kapal di Laut Karibia.

Berdasarkan laporan tersebut, mencopot seorang komandan di tengah berlangsungnya sebuah operasi militer besar merupakan langkah yang sangat tidak lazim. Todd Robinson, mantan wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk urusan pemberantasan narkoba, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa mundurnya Holsey pada fase sensitif ini, di puncak apa yang oleh Pentagon disebut sebagai langkah utama di belahan bumi ini, benar-benar mengejutkan.

Pada akhirnya, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Daily Beast bahwa Laksamana Holsey tidak dipecat, melainkan diminta untuk pensiun secara terhormat. Pejabat tersebut menyatakan bahwa pihaknya menghargai pengabdian Holsey kepada negara dan mendoakan kesuksesan baginya di masa mendatang.

Holsey, yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer Amerika Serikat di Amerika Latin, secara resmi menyerahkan tanggung jawabnya pada hari Jumat. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan meningkatnya kritik terhadap serangan-serangan mematikan pemerintahan Donald Trump terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam penyelundupan narkoba di Laut Karibia.

Laksamana Holsey menyerahkan jabatannya dalam sebuah upacara yang digelar di markas Komando Selatan militer Amerika Serikat atau Southcom, yang berlokasi di dekat Miami, kepada Mayor Jenderal Evan Pettis dari Angkatan Udara Amerika Serikat.

Dalam pidato perpisahannya, Holsey sama sekali tidak menyinggung operasi militer Amerika Serikat di Amerika Latin dan juga tidak menjelaskan alasan di balik pensiun dini yang dijalaninya.

Pengumuman pensiun Holsey yang mengejutkan itu disampaikan oleh Pentagon pada bulan Oktober, lebih dari satu bulan setelah dimulainya rangkaian serangan pemerintah Trump terhadap kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan wilayah timur Samudra Pasifik. Serangan-serangan tersebut, menurut berbagai laporan, telah menyebabkan sedikitnya 87 orang tewas.

Sementara kampanye militer ini menghadapi gelombang kritik dan pertanyaan yang semakin tajam dari Kongres Amerika Serikat, Holsey pada awal pekan ini sempat memberikan penjelasan kepada sejumlah anggota parlemen dalam sebuah sesi tertutup terkait rincian operasi tersebut.

Upacara pada hari Jumat itu berlangsung lebih sederhana dibandingkan dengan seremoni pensiun sebelumnya, dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, serta dilaksanakan di ruang terbuka. Selain itu, Pete Hegseth selaku Menteri Pertahanan Amerika Serikat tidak hadir dalam acara tersebut, karena Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat hingga kini belum secara resmi menunjuk pengganti tetap Holsey.

Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dalam sambutannya juga tidak menyinggung operasi militer di Amerika Latin dan menggambarkan Holsey sebagai seorang komandan yang bekerja tanpa banyak kontroversi. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA