BERITAALTERNATIF.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendorong pengembangan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) agar mampu tumbuh dan bersaing sebagai perguruan tinggi yang lebih maju.
Salah satu fokus utama dalam rencana tersebut adalah penyediaan lahan dan peningkatan fasilitas penunjang pendidikan tinggi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa kondisi Unikarta saat ini menghadapi keterbatasan ruang untuk berkembang.
Keterbatasan lahan dinilai menjadi faktor utama yang menghambat pengembangan institusi, baik dari sisi perluasan kampus maupun penambahan fasilitas akademik dan penunjang lainnya.
Selain persoalan lahan, Pemkab Kukar juga mencermati belum selarasnya arah pengembangan pendidikan di Unikarta dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Beberapa konsentrasi pembangunan yang ada di Kutai Kartanegara itu belum in-line dengan kesarjanaan yang diciptakan di Unikarta,” ucapnya saat ditemui oleh awak media Berita Alternatif pada Minggu (21/12/2025).
Beberapa konsentrasi pembangunan yang tengah digencarkan di Kukar dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan bidang keilmuan dan program studi yang tersedia di Unikarta saat ini.
Hasil diskusi antara pemerintah daerah dengan pihak rektorat dan dosen Unikarta menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas dan lahan berdampak langsung pada sulitnya membuka program studi baru.
“Ternyata setelah kita cari tahu kenapa misalnya tidak bisa dibentuk prodi baru, karena ternyata kita terbatas dari segi lahan dan juga dari segi fasilitas yang ada di sana,” jelasnya.
Padahal, lanjut dia, pembukaan program studi yang relevan dengan kebutuhan daerah dinilai penting untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan Kukar ke depan.
Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya mulai membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
Sejumlah perusahaan disebut menunjukkan ketertarikan untuk terlibat langsung dalam pengembangan Unikarta, terutama karena komitmen bersama terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kukar.
Kolaborasi ini, kata Aulia, dirancang tidak hanya melibatkan perusahaan dan pihak Yayasan Kutai Kartanegara yang membawahi Unikarta, tetapi juga pemerintah daerah sebagai pemilik kewenangan dan fasilitator.
Dia menyebut sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kendala struktural yang selama ini menghambat pengembangan Unikarta.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Pemkab Kukar berharap pengembangan Unikarta dapat dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan selaras dengan visi pembangunan daerah.
Perguruan tinggi diharapkannya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak pembangunan sumber daya manusia di Kukar.
“Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik. Harapan kita Kutai Kartanegara itu akan memiliki universitas. Unikarta akan kita upgrade untuk menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin










