BERITAALTERNATIF.COM – Prosesi Bepelas Malam Kedua dalam rangkaian Erau Adat Kutai Tahun 2026 berlangsung khidmat di Keraton Museum Mulawarman, Senin (21/9/2026).
Kegiatan spiritual yang menjadi inti tradisi kesultanan ini dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar yang telah dibagi tugas untuk mengawal jalannya acara.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran prosesi malam itu.
“Alhamdulillah, kegiatan Bepelas Kedua malam hari ini berjalan dengan lancar. Dari rangkaian kegiatan spiritual juga sudah berjalan dengan baik. Ayahanda Sultan hadir, kemudian beberapa OPD juga hadir sesuai dengan tugas yang telah dibagi untuk malam ini,” ujarnya.
Taufik menjelaskan, rangkaian Bepelas akan terus berlanjut hingga malam ketujuh, dengan pembagian tugas OPD yang sudah disusun rapi untuk setiap malamnya.
“Mudah-mudahan seluruh rangkaian acara sampai penutupan dapat berjalan dengan lancar. OPD juga sudah dibagi sesuai tugas masing-masing. Besok akan ada Asisten II bersama beberapa OPD yang sudah mendapatkan pembagian tugas,” katanya.
Momen menarik turut mewarnai ketika dia bersama sejumlah pejabat OPD ikut serta dalam tarian sakral khas prosesi Bepelas, yakni Tari Kanjar Bini dan Tari Ganjur Laki. Kedua tarian ini dibawakan oleh penari perempuan dan laki-laki, dan hanya boleh dipentaskan di dalam lingkungan keraton karena sifatnya yang sakral.
Ia mengaku sempat kewalahan saat mencoba mengikuti gerakan salah satu tarian tersebut. “Kalau yang ini agak mudah. Kalau Tari Gancur agak berat karena kaki juga harus bergerak selaras,” ungkapnya.
Meski demikian, Taufik mengaku pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk merasakan langsung kekayaan budaya lokal.
“Kita bisa merasakan bagaimana adat dan budaya ini bisa kita nikmati, karena ini merupakan bagian dari adat budaya yang harus terus dilestarikan,” katanya.
Menurut penjelasan Pangeran Noto Negoro Heriansyah, prosesi Bepelas terhadap Sultan bertujuan menguatkan semangat dan mental Sultan agar mampu memimpin dengan arif dan bijaksana.
Setiap malam Bepelas ditandai dengan bunyi leduman meriam sesuai urutan malamnya, dimulai dari satu leduman pada malam pertama hingga tujuh leduman pada malam ketujuh, yang diawali dengan Sultan menginjakkan kaki ke batu lalu menuju gong Raden Galuh.
Senada dengan Taufik, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kukar, Rendra Abadi, turut menyampaikan kesan positifnya usai menghadiri Bepelas malam kedua bersama jajaran camat dan pimpinan OPD lain yang diwajibkan hadir.
Rendra bahkan sempat kaget saat diajak menari bersama dalam rangkaian acara.
Dia berharap seluruh rangkaian Erau yang akan berlangsung sekitar satu minggu ke depan dapat berjalan lancar hingga ditutup dengan prosesi mengulur naga.
“Insyaallah ke depan pelaksanaan Erau tentunya bisa terus ditingkatkan dan semakin berkembang,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Devi Nila Sari











