BERITAALTERNATIF.COM – Sekretaris Daerah Kukar Sunggono menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sedang dalam tahap persiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pemerintah pusat mensyaratkan luas lahan minimal sepuluh hektare, dengan akses jalan, listrik, air, serta harus dekat dengan permukiman warga,” ujar Sunggono kepada awak media di Pendopo Bupati Kukar pada Kamis (17/7/2025).
Dia menambahkan bahwa lahan tersebut telah dilaporkan ke pemerintah pusat. Namun, prosesnya masih dalam tahap perataan karena kondisi lahan tidak seluruhnya datar.
“Kita saat ini masih melakukan perataan lahan, karena sepuluh hektare itu tidak flat. Jadi kita land clearing (ratakan) dulu. Harapannya, paling tidak tahun depan pendampingan dari pemerintah pusat sudah bisa mulai dibangun, khususnya di daerah sekitar Jonggon,” jelasnya.
Dilansir dari Portal Kaltim, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan 5 Sekolah Rakyat di Kaltim bisa dipersiapkan dan mulai berjalan tahun ini.
Dua di antaranya diusulkan berlokasi di SMAN 16 Samarinda dan SMA Melati Samarinda. Kedua sekolah tersebut akan melalui proses survei terlebih dahulu untuk menilai kelayakan sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul usai dialog pilar-pilar sosial di Gedung Olah Bebaya, Komplek Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu (10/5/2025).
Menurutnya, Kementerian Sosial telah menerima hampir 300 usulan Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, hanya sekitar 100 titik yang benar-benar siap digunakan. Dari jumlah tersebut, 53 lokasi telah dinyatakan layak dan siap beroperasi mulai Juli 2025, termasuk beberapa lokasi di Kaltim.
“Jadi, yang menentukan layak tidaknya itu adalah Kementerian PU. Kita dorong agar di Kaltim ada lima sekolah rakyat yang siap dimulai tahun ini. Gubernurnya semangat, kita semangat. Sudah mendapat restu dari Pak Gubernur, tinggal menunggu hasil survei,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat dikhususkan untuk anak-anak dari desil 1 dan 2, yaitu kelompok warga paling miskin. Sekolah ini menyediakan fasilitas pendidikan, penginapan, makan hingga alat belajar secara gratis.
Untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA dengan sistem asrama penuh dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Semua pembiayaan program itu berasal dari APBN.
“Semua sesuai arahan Presiden, semua dana dari APBN. Gedung dibangun oleh PUPR dan BUMN, makanan disiapkan oleh Badan Gizi Nasional. Satu Sekolah Rakyat bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA,” jelasnya.
Ia menuturkan, anak-anak di Sekolah Rakyat akan dibina sesuai dengan kondisi psikologis, sosial dan minat belajar mereka.
Adapun proses rekrutmen siswa tidak menggunakan sistem seleksi terbuka, melainkan berbasis pada pendataan keluarga miskin.
“Datangi rumahnya, dalami masalahnya dan pastikan benar-benar layak untuk bersekolah di Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Beberapa titik lokasi rencana Sekolah Rakyat di Kaltim meliputi SMA 16 dan SMA Melati (Samarinda), Bukit Biru (Kukar), Gunung Tabur (Berau), dan Lawe-Lawe (Penajam Paser Utara). (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin












