BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan sejumlah langkah penanganan bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Gang Wakaf.
Lurah Melayu Muhammad Hafidz mengatakan penanganan pascakebakaran akan dilakukan secara taktis dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Langkah awal yang disiapkan meliputi pembukaan dapur umum dan penyediaan logistik bagi warga terdampak.
“Untuk sementara kami akan bekerja secara taktis, ini bekerja sama dengan instansi terkait. Yang pertama pembukaan dapur, menyuplai logistik,” kata Hafidz saat ditemui awak media pada Selasa (6/10/2026).
Selain memenuhi kebutuhan dasar, pihak kelurahan juga akan mendata warga yang kehilangan dokumen administrasi penting akibat kebakaran.
Hafidz mengatakan bahwa data tersebut akan dihimpun untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait agar proses pemulihan dokumen dapat dipercepat.
“Kami akan menghimpun korban-korban, terutama korban yang terdampak ini mengenai administrasi-administrasi yang hilang atau administrasi yang penting,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Kelurahan Melayu akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Dinas Sosial Kukar.
“Kami akan bekerja sama dari Dinas Dukcapil, dari Dinas Sosial, akan bekerja sama bagaimana itu percepatan,” jelasnya.
Sementara itu, warga terdampak hingga Selasa masih mengungsi secara mandiri di sekitar wilayah RT 33.
Dia menyebut sebagian warga tinggal sementara di rumah keluarga, kerabat, maupun tetangga.
Meski warga belum seluruhnya menggunakan lokasi pengungsian khusus, pemerintah telah menyiapkan sejumlah tempat apabila diperlukan.
Ia mengungkapkan bahwa persiapan tersebut dilakukan oleh pihak kelurahan dan kecamatan bersama unsur terkait.
“Untuk pengungsian khusus kami dari pihak kelurahan, kecamatan, sudah menyiapkan,” ujarnya.
Beberapa lokasi yang disebut telah disiapkan antara lain Masjid Muhammadiyah dan BPU Balai Kelurahan Melayu.
“Sudah ada kami siapkan. Kalau misalnya tidak ada tempat, tapi sampai hari ini korban yang tadi saya sampaikan berada di tempat kerabat, keluarga dan tetangga sekitar,” jelasnya.
Untuk mendukung penanganan warga, Kelurahan Melayu juga menyiapkan dua titik posko di sekitar lokasi kebakaran.
Hafidz mengatakan salah satu posko difungsikan sebagai dapur umum, sementara posko lainnya digunakan untuk kebutuhan informasi dan logistik.
“Untuk posko penyalurannya kami akan buka dua. Sampai sekarang ini di sini, ini dapur umum,” katanya.
Sementara posko informasi dan logistik ditempatkan di bagian depan kawasan yang disebutnya berada di Jalan Aji Alimudin.
“Untuk posko logistiknya ada berada di depan, di Jalan Aji Alimudin. Aji Alimudin itu untuk posko informasi dan logistik,” ujarnya.
Di sisi lain, Hafidz menyebut karakter hunian di wilayah RT 33 didominasi rumah kontrakan.
Menurutnya, sekitar 70 persen hunian di wilayah tersebut merupakan rumah kontrakan, sementara sisanya merupakan rumah pribadi.
Karakter kawasan tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi hunian di wilayah RT 33 yang terdampak kebakaran.
Penanganan selanjutnya akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, pendataan warga terdampak, serta percepatan pengurusan kembali dokumen administrasi yang hilang akibat kebakaran. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












