Search

Mobil Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei

Peugeot 404 adalah mobil keluarga besar yang diproduksi oleh produsen mobil Prancis Peugeot dari tahun 1960 hingga 1975. Mobil jenis ini digunakan oleh Pemimpinan Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, saat menjadi salah satu tokoh pejuang revolusi Iran. (Wikipedia)

BERITAALTERNATIF.COM – Sebelum pengasingan saya, saya biasa mengunjungi Tehran untuk melakukan beberapa tugas yang berkaitan dengan aktivitas keislaman. Di sana saya membutuhkan pergerakan yang konstan dan mobil pribadi diperlukan. Salah seorang teman militan kami yang tulus, yaitu Shadiq Islami, menyarankan kepada saya untuk meminjamkan mobil salah satu kerabatnya, yaitu Haji Ahmad Qadiriyan, saat saya bepergian ke Tehran. Saya menerima usulan itu. Shadiq Islami ini kemudian gugur sebagai syahid dalam tragedi ledakan di markas Partai Republik Islam di tangan kelompok munafik, dan turut syahid pula sekelompok pemimpin kebangkitan Islam dan tokoh-tokoh revolusi, dan yang terkemuka di antara mereka adalah Syahid Muhammad Husaini Behesyti. Haji Ahmad Qadiriyan adalah seorang pedagang sebelum revolusi. Setelah kemenangan Revolusi Islam, ia meninggalkan semua pekerjaan bisnis dan kekayaannya dan masuk dalam pelayanan perangkat negara dan revolusi. Dia masih hidup dan diberkahi, alhamdulillah.

Untuk mendapatkan mobil, setiap kali saya tiba di Tehran, saya biasa menelepon Qadiriyan dan dia sendiri atau putranya akan datang mengantarkan mobil itu kepada saya dan saya akan menggunakannya selama seminggu atau dua minggu. Kemudian ketika pergi, saya akan meletakkan mobil itu di tempat parkir bandara atau tempat parkir stasiun kereta, meletakkan kunci mobil di bawah ban, lalu menelepon Qadiriyan, maka dia akan datang dan mengambil mobil itu. Mobil yang biasa saya kendarai di Tehran adalah Peugeot 404 Saloon, yang merupakan salah satu mobil Qadiriyan. Laki-laki itu adalah seorang pedagang di pasar dan memiliki beberapa mobil. Ngomong-ngomong, dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yang meninggalkan kekayaan duniawi untuk diperdagangkan dan bermuamalah dengan Allah untuk mengabdi pada Revolusi Islam setelah kemenangannya. Tentu saja ada juga orang-orang yang menjadikan revolusi tersebut sebagai ladang untuk mencari nafkah.

Saya membutuhkan sebuah mobil di Iransyahr untuk pulang-pergi ke beberapa penjuru kota itu dan untuk mencapai Bandara Zahedan, karena inilah satu-satunya bandara di wilayah ini. Saya biasa pergi ke sana dengan pakaian khas Baluchistan untuk menerima keluarga dan anak-anak yang datang mengunjungi saya. Ngomong-ngomong, baju Baluchi saya senada dengan wajah dan janggut saya dan memakainya dalam keadaan seperti itu lebih baik daripada memakai baju ulama karena ada larangan bagi saya untuk keluar dari Iransyahr. Saya masih memiliki pakaian ini dan kadang-kadang memakainya.

Karena kebutuhan saya akan mobil, saya menelepon Qadiriyan dan berkata kepadanya, “Jika Anda menganggap pentingnya Iransyahr seperti pentingnya Tehran, kirimlah saya sebuah mobil.” Beberapa hari kemudian, seseorang mendatangi saya dan bertanya, “Anda fulan?” Saya menjawabnya, “Ya.” Dia berkata, “Saya membawakan mobil untuk Anda.” Dia menunjukkan Peugeot 404 kepada saya tetapi itu bukan tipe saloon. Saya bertanya kepadanya, “Apakah itu dikirim oleh Qadiriyan?” Dia menjawab, “Ya.” Saya katakan kepadanya, “Tapi biasanya mobil Qadiriyan itu adalah saloon.” Dia berkata, “Saya tidak tahu. Saya ditugaskan untuk mengirimkan mobil ini kepada Anda.” Mobil itu bersih dan baru. Saya menggunakannya di pengasingan di Iransyahr dan Jervat. Setelah pengasingan, saya menitipkan mobil itu pada salah seorang dari mereka. Saya katakan kepadanya, “Bawalah mobil ini kepada Qadiriyan.” Saat itu mobil tersebut rusak akibat digunakan di daerah yang panas dan terjal. Namun setelah beberapa lama saya tiba di Tehran, dalam perjalanan kembali dari pengasingan ke Masyhad, seseorang datang dan mengembalikan mobil tersebut kepada saya setelah diperbaiki dan dibersihkan hingga seperti baru. Saya bertanya kepadanya, “Apa ini?” Dia menjawab, “Ini mobil Anda. Qadiriyan membelikannya sejak awal untuk Anda.” Saya terkejut dengan kabar itu. Saya berkata, “Mengapa dia tidak memberitahu saya dari awal sehingga saya tidak membebaninya dengan biaya perbaikan dan pembersihannya.”

Mobil itu tetap ada pada saya. Setelah kemenangan revolusi, karena kondisi keamanan, saya mengendarai mobil khusus yang disediakan oleh Pengawal Revolusi sehingga saya tidak membutuhkan mobil saya lagi. Lalu saya menjualnya dengan harga yang murah karena rendahnya harga mobil pada waktu itu. Kemudian mobil itu berpindah tangan dari penjual ke pembeli sampai lima kali atau lebih, sampai salah seorang teman saya melihatnya di tangan salah satu dari mereka dan membelinya dari dia, memperbaikinya, dan mengembalikannya kepada saya dua atau tiga tahun yang lalu. Mobil itu sekarang ada di tangan saya. (*)

Sumber: Memoar Imam Ali Khamenei, Catatan di Balik Penjara

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA