BERITAALTERNATIF.COM – PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), salah satu badan usaha milik daerah milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2024 dengan raihan laba bersih sebesar Rp 47,69 miliar.
Pencapaian ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kukar pada Senin (28/7/2025).
Rapat dihadiri langsung oleh seluruh pemegang saham, termasuk Bupati Kukar Aulia Rahman Basri selaku pemegang saham utama, Direktur Tunggang Parangan, dan Pelaksana Tugas Direktur KSDE.
Dalam forum tersebut, para pemegang saham secara bulat menerima laporan tahunan Direksi atas pengelolaan perusahaan dan laporan pengawasan dari Dewan Komisaris.
Selain itu, laporan keuangan perusahaan tahun buku 2024 yang telah diaudit dan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik juga resmi disahkan.
Adapun keputusan penggunaan laba bersih akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dijadwalkan kemudian.
Sementara itu, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2025 diserahkan kepada Dewan Komisaris.
RUPS juga menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Perubahan Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penyesuaian strategi perusahaan menghadapi tantangan dan dinamika sektor migas.
Direktur Utama PT MGRM Efri Novianto dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemegang saham, khususnya dari Bupati Kukar selama masa kepemimpinannya di tahun 2024.
“Alhamdulillah, capaian laba bersih ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim serta dukungan dari semua pihak. Dari total Rp 47,69 miliar laba bersih, sekitar Rp 46 miliar berasal dari penerimaan Participating Interest (PI), dan sisanya merupakan kontribusi dari laba usaha lainnya,” jelas Efri.
Namun demikian, dia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak mudah.
Ia menekankan bahwa tren penerimaan PI cenderung menurun karena banyak sumur migas di wilayah tersebut telah melewati masa puncak produksi.
Karena itu, diperlukan treatment dan investasi tambahan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas sehingga bisa memengaruhi besaran bagi hasil PI di masa depan.
“Oleh karena itu, pengembangan bisnis di luar PI menjadi sangat penting,” ujarnya.
Efri menyebut bahwa Bupati Kukar mendorong MGRM untuk terus memperluas cakupan bisnis, termasuk menggarap sumur-sumur tua serta proyek-proyek yang melibatkan Pertamina dan afiliasinya, yang telah mulai berjalan sejak awal tahun ini. “Ini merupakan harapan besar dari Bapak Bupati,” ucapnya.
MGRM, lanjutnya, akan menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) dan kajian bisnis secara menyeluruh. “Jika memang ditemukan potensi bisnis yang layak, mengapa tidak kita garap?” tambahnya.
Pencapaian ini menandai tonggak penting bagi PT MGRM dalam memperkuat posisi strategisnya sebagai pengelola aset migas daerah sekaligus motor penggerak ekonomi daerah Kukar. (*)
Editor: Ufqil Mubin












