Search

Mengapa Sidang Tahun Ini dari Kongres Zionis Dunia Penuh Kontroversi?

Sidang tahun ini dari Kongres Zionisme Dunia, yang merupakan lembaga supranasional paling penting bagi komunitas Yahudi Zionis, berubah menjadi ajang penuh kontroversi akibat upaya Partai Likud untuk mendominasi struktur kekuasaan di lembaga tersebut. Sidang itu berakhir tanpa penetapan posisi-posisi kunci sebagaimana yang direncanakan. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF – Sidang Kongres Zionisme Dunia tahun ini yang digelar di Yerusalem pendudukan menyaksikan dinamika politik yang tidak biasa, yang akarnya berasal dari konflik internal Israel. Sidang yang merupakan pertemuan ke-39 Kongres Zionisme itu ikut dipengaruhi pertarungan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan para rivalnya di kubu oposisi, serta pernyataan keras Yair Lapid.

Media berbahasa Ibrani menyoroti bagaimana pertentangan antara Netanyahu dan oposisi berdampak langsung pada sidang Kongres Zionisme Dunia, dan menegaskan bahwa acara tersebut menunjukkan betapa dalam perpecahan internal para politisi Israel dapat memengaruhi struktur dan arah kepemimpinan Kongres Zionisme dan lembaga-lembaga turunannya seperti Badan Yahudi, Dana Nasional Yahudi, dan institusi lain yang berada di bawah jaringan Zionisme internasional. Hal ini penting karena kongres tersebut merupakan penopang utama rezim Zionis di tingkat global.

Akar ketegangan dimulai ketika, berdasarkan kesepakatan partai-partai di Knesset sebelum sidang 28 Oktober, diputuskan bahwa Dana Nasional Yahudi akan dipimpin oleh Partai Yesh Atid di bawah Yair Lapid, sementara Partai Likud mengelola posisi Sekretaris Jenderal Organisasi Zionisme Dunia. Berdasarkan kesepakatan itu, setiap partai dalam koalisi memiliki hak mengangkat para wakilnya pada berbagai posisi penting, dan Likud memiliki hak untuk mengangkat Kepala Departemen Media dan Diaspora di Organisasi Zionisme Dunia—posisi yang setara dengan jabatan setingkat menteri.

Namun pada hari pemungutan suara, Likud membatalkan komitmen itu. Munculnya nama Yair Netanyahu, putra Benjamin Netanyahu, sebagai kandidat untuk salah satu jabatan tersebut memicu kehebohan di media Ibrani.

Sebagai respons, Yair Lapid mengumumkan penarikan diri dari kesepakatan sebelumnya tentang pembagian tanggung jawab, dan secara keras mengecam upaya Netanyahu yang dianggap ingin membagi-bagikan posisi sebagai “rente politik” untuk keluarga dan para loyalisnya melalui jabatan-jabatan di lembaga tersebut.

Akibat perselisihan itu, penunjukan Meir Cohen, anggota Knesset, sebagai Ketua baru Dana Nasional Yahudi tertunda. Pemilihan Rabbi Doron Peretz sebagai Ketua baru Organisasi Zionisme Dunia juga gagal dilaksanakan.

Dana Nasional Yahudi (Keren Kayemet) dan Dana Keren Hayesod merupakan dua lembaga keuangan penting milik Kongres Zionisme Dunia yang memainkan peran besar dalam mengumpulkan dan mengelola bantuan finansial dari komunitas Yahudi Zionis demi kepentingan rezim Israel. Dengan melonjaknya biaya perang dan meningkatnya tekanan ekonomi di Tel Aviv, pentingnya dana dari kedua lembaga itu menjadi dua kali lipat untuk menjaga stabilitas politik internal rezim Israel.

Di tengah kondisi ini, upaya Netanyahu memanfaatkan lembaga-lembaga tersebut bagi agenda politiknya membuat para penentangnya marah. Yair Lapid dalam sebuah pernyataan mengenai ketegangan internal Kongres Zionisme Dunia menulis: “Kami ingin melakukan reformasi, menata ulang lembaga-lembaga itu, dan membersihkannya. Namun setelah semua detail menjadi jelas, saya menyimpulkan bahwa: memperbaiki keadaan saat ini tidak mungkin; lembaga-lembaga ini seharusnya ditutup saja.”

Lapid meminta partai-partai lain untuk “meninjau ulang keinginan mereka bergabung dalam kesepakatan yang secara terang-terangan tidak lain adalah praktik korupsi dan transaksi mencurigakan.” Lapid mengungkap bahwa Partai Likud ingin menguasai seluruh lembaga di Organisasi Zionisme Dunia, dan berupaya menciptakan peluang pekerjaan bagi anggota keluarga Netanyahu—terutama Yair Netanyahu—dan sekelompok besar pebisnis loyalisnya.

Ia menambahkan bahwa Likud ingin mendirikan enam departemen baru di Organisasi Yahudi Dunia yang akan mempekerjakan ratusan orang, semuanya tidak diperlukan. Satu-satunya alasan pendirian departemen itu adalah pembagian jabatan dan alokasi anggaran lebih banyak kepada loyalis Netanyahu dengan biaya yang pada akhirnya ditanggung para pembayar pajak Israel.

Selain Lapid, tokoh-tokoh lain dalam Kongres Zionisme Dunia seperti Gusti Yehoshua Brunner juga mengungkapkan ketidakpuasan mereka atas upaya Likud melakukan intervensi dalam penunjukan jabatan. Mereka menegaskan: “Kami tidak ingin lembaga ini berubah menjadi tempat pembagian jabatan. Kami ingin lembaga ini menjadi institusi yang mengedepankan kompetensi dan integritas.”

Pentingnya perselisihan politik ini dalam jaringan Yahudi–Zionis internasional terletak pada kenyataan bahwa lembaga tersebut selama ini menjadi sumber legitimasi dan penghubung antara komunitas Yahudi dunia dengan pemerintah Tel Aviv. Sejak berdirinya rezim Zionis pada 1948, lembaga-lembaga ini berperan utama dalam menghimpun dukungan bagi kelangsungan rezim Israel. Namun kini, lembaga tersebut berubah menjadi arena perselisihan internal.

Beberapa tahun terakhir, ketegangan serupa juga terlihat dalam organisasi Yahudi internasional lain seperti AIPAC. Kekompakan tradisional komunitas Yahudi mulai terkikis, dan bahkan sebagian besar Yahudi di luar Palestina pendudukan semakin vokal mengkritik kebijakan pemerintah Tel Aviv. Di satu sisi mereka tidak puas dengan kebijakan ekstrem kanan dan ultra-Yahudi yang menekan kelompok liberal di Israel, dan di sisi lain kekejaman rezim Zionis di Gaza serta kerusakan citra internasional komunitas Yahudi—terutama di Amerika Serikat—memperburuk hubungan antara Tel Aviv dan komunitas Yahudi global.

Sikap terbuka Lapid dalam menanggapi perkembangan internal Kongres Zionisme Dunia merupakan langkah simbolis yang membawa konsekuensi politik besar. Tindakan ini mencerminkan meluasnya konflik domestik Israel ke lembaga supranasional Yahudi dan menunjukkan bagaimana kepentingan partai-partai Israel kini telah merembes ke lembaga-lembaga bersejarah Yahudi, terutama Kongres Zionisme Dunia.  (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA