BERITAALTERNATIF.COM – Selama beberapa bulan terakhir, kas daerah Kukar mengalami kekosongan sehingga menimbulkan keterlambatan pembayaran proyek-proyek kerja sama antara pihak ketiga dengan Pemkab Kukar.
Keterlambatan pembayaran Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua juga terjadi karena kekosongan kas daerah, yang kemudian menimbulkan golambang protes dari mahasiswa-mahasiswa Kukar.
Sekretaris Daerah Sunggono mengungkapkan bahwa kas daerah akan kembali terisi dalam waktu dekat setelah Pemkab Kukar menerima transfer dari pemerintah pusat.
Seiring dengan itu, kata dia, Pemkab Kukar akan segera melakukan pembayaran kepada berbagai pihak yang bekerja sama dengan Pemkab Kukar.
“Sepanjang proses administrasi selesai, kita akan ajukan untuk pembayaran,” ucapnya kepada awak media Berita Alternatif baru-baru ini.
Kekosongan kas daerah Kukar yang berlangsung selama berbulan-bulan disebutnya disebabkan keterlambatan transfer dari pemerintah pusat.
Kebijakan transfer ke kas daerah, lanjutnya, berada di tangan pemerintah pusat. “Kita kan menerima apa yang diberikan pemerintah pusat,” ujarnya.
Kata Sunggono, setiap tahun kas daerah Kukar selalu kosong. Musababnya pun sama: keterlambatan transfer dari pemerintah pusat.
Kondisi demikian, sambung dia, acap terjadi di akhir tahun. “Kondisinya sama dengan tahun lalu,” bebernya.
Pemkab Kukar disebutnya sudah mengambil berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Saya dan Pak Bupati langsung berangkat (ke Jakarta). Kas pusat memang lagi kososng. Kita enggak bisa apa-apa juga,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












