BERITAALTERNATIF.COM – Media Israel melaporkan penerapan langkah-langkah darurat menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS)–Israel yang menargetkan berbagai lokasi di Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan para pejabat memperingatkan bahwa beberapa hari operasi militer kemungkinan masih akan berlangsung.
Mengutip seorang pejabat keamanan, media Israel menyebutkan bahwa serangan intensif diperkirakan akan terus berlanjut, menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan.
Media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sedikitnya 30 lokasi di seluruh Iran telah diserang, termasuk kediaman pemimpin Iran dan markas intelijen Garda Revolusi Islam.
Sejumlah media lain di dalam dan luar wilayah Palestina yang diduduki juga mengonfirmasi, dengan mengutip pejabat AS, bahwa serangan tersebut dilakukan dengan dukungan Washington.
Status Darurat dan Pembatasan Nasional
Menteri Keamanan Israel, Yisrael Katz, mengumumkan status darurat khusus dan segera setelah serangan tersebut.
Seorang juru bicara IOF (Pasukan Pendudukan Israel) mengatakan kepada media Israel: “Setelah dilakukan penilaian situasi, diputuskan bahwa mulai hari ini (Sabtu) pukul 08.00 pagi, kebijakan pertahanan Komando Front Dalam Negeri akan diubah. Sebagai bagian dari perubahan ini, seluruh negara akan beralih dari status siaga penuh ke status siaga esensial. Instruksi tersebut mencakup larangan kegiatan pendidikan, pertemuan, dan aktivitas di tempat kerja, kecuali sektor-sektor vital.”
Langkah-langkah tersebut mencakup penghentian kegiatan pendidikan, pelarangan pertemuan publik, serta pembatasan aktivitas kerja kecuali untuk layanan penting.
Otoritas Israel juga menutup wilayah udara dan menghentikan penerbangan sipil sebagai bagian dari respons darurat. Sirene peringatan diaktifkan di sejumlah wilayah, dan warga diminta tetap berada di dekat ruang perlindungan dan bunker.
Para pejabat Israel dilaporkan menuju ke Kirya di Tel Aviv untuk menggelar konsultasi keamanan mendesak.
Persiapan Menghadapi Pembalasan Iran
Saluran Channel 12 melaporkan bahwa rumah sakit bersiap menghadapi kemungkinan respons Iran, dengan mencatat bahwa Rumah Sakit Tel Hashomer mulai memindahkan sejumlah departemen ke tempat perlindungan yang aman.
Para pejabat Iran telah mengisyaratkan bahwa pembalasan akan dilakukan, dengan menegaskan akan memberikan respons keras terhadap serangan tersebut.
Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas di kawasan, sementara media Israel memperingatkan bahwa gelombang serangan tambahan kemungkinan akan menyusul. (*)
Sumber: Al Mayadeen












