BERITAALTERNATIF.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unikarta Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (13/11/2025).
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi kemahasiswaan, di antaranya HMI Komisariat FAI Unikarta, HMI Komisariat Teknik Unikarta, BEM FAI Unikarta, dan BEM Teknik Unikarta.
Koordinator lapangan aksi, Deddy Oktavianur, menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam proyek pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak memiliki urgensi publik.
Salah satunya adalah proyek pembangunan jalan menuju kandang ayam di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong.
Deddy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menuju kandang ayam di Bendang Raya merupakan bentuk nyata dugaan tindakan kesewenangan pemerintah dan penyalahgunaan kekuasaan.
“Proyek ini tidak memiliki urgensi publik dan merupakan penghinaan terhadap nalar masyarakat di tengah banyaknya fasilitas dasar yang rusak, mulai dari jalan, sekolah, hingga layanan publik lainnya,” tegasnya.
Dia menilai, di saat banyak fasilitas umum yang rusak dan minim penerangan, justru anggaran daerah dialokasikan untuk proyek yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kondisi jalan masyarakat banyak yang hancur, sekolah tidak layak, dan fasilitas umum gelap karena minim penerangan. Tapi anggaran justru dialihkan untuk proyek kandang ayam,” katanya.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan dua poin utama tuntutan: Pertama, meminta Kejaksaan Negeri Kukar dan Polres Kukar untuk segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan kewenangan atau penyimpangan anggaran pada proyek tersebut.
Kedua, mendesak Kepala DPU Kukar untuk menindak pejabat di lingkungan dinas tersebut yang diduga terlibat aktif dalam pembangunan jalan menuju kandang ayam di Bendang Raya.
Deddy juga mempertanyakan prioritas pembangunan jalan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Di Jalan Bendang Raya sendiri banyak jalan longsor dan berlubang. Sementara jalan menuju kandang ayam itu bagus, sudah disemenisasi. Terjadi ketimpangan di situ. Pihak Dinas PU harus memprioritaskan pembangunan yang benar-benar mendesak,” tegasnya.
Mahasiswa juga menyoroti bahwa proyek jalan tersebut tidak melewati kawasan permukiman warga.
“Jalan yang disemenisasi itu tujuannya hanya untuk akses kandang ayam. Tidak ada permukiman di sana. Kalau alasannya jalan usaha, tetap saja tidak masuk akal jika dibandingkan dengan jalan poros Bendang Raya yang rusak parah,” ujarnya.
Aksi tersebut berlangsung damai dan sempat diwarnai orasi bergantian dari perwakilan mahasiswa. Mahasiswa dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Kukar.
Deddy menyebut, pihaknya berencana menggelar aksi lanjutan pada pekan depan jika tuntutan mereka tidak ditanggapi.
“Kemungkinan ada demo lanjutan pada hari Selasa atau Rabu. Kami juga membuka kemungkinan untuk audiensi dengan pihak Dinas PU agar mereka memahami substansi permasalahan ini,” ungkapnya.
Mahasiswa berharap, aksi mereka dapat membuka mata pemerintah daerah untuk lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, Dinas PU bisa memprioritaskan pembangunan yang punya urgensi tinggi bagi masyarakat. Jangan hanya untuk kepentingan pribadi penguasa,” tutup Deddy.
Aksi berakhir tanpa ada jawaban dari pejabat DPU Kukar. Kepala DPU Kukar Wiyono yang dimintai tanggapan oleh awak media tak bersedia menjawab tuntutan mahasiswa. Ia mengarahkan pers untuk mewawancarai langsung PPK yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin











