Search

Klaim Trump Dipatahkan Fakta Lapangan, Pengamat: Amerika Serikat–Israel Gagal Melemahkan Iran

Pengamat Timur Tengah, Ismail Amin Pasannai. (Iran Radio Indonesian)

BERITAALTERNATIF.COM – Sejumlah pernyataan Presiden Donald Trump terkait keberhasilan operasi militer Amerika Serikat–Israel terhadap Iran dinilai tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Timur Tengah, Ismail Amin Pasannai, yang menyoroti berbagai klaim yang menurutnya “ditampar oleh kenyataan”.

Dalam keterangannya, Ismail mengurai setidaknya tiga klaim utama yang dinilai tidak terbukti, bahkan berbanding terbalik dengan perkembangan konflik terkini.

Klaim pertama yang disorotnya adalah pernyataan bahwa Iran telah kehilangan daya serangnya akibat hancurnya infrastruktur militer, termasuk markas peluncur rudal dan pabrik senjata.

Namun, menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Iran justru masih mampu melancarkan gelombang serangan secara berkelanjutan.

“Nyatanya Iran masih bisa meluncurkan gelombang operasi serangan yang saat ini bahkan sudah melampaui 75 gelombang serangan,” tulisnya di akun Facebook pribadinya yang dikutip media ini pada Selasa (24/3/2026).

Dia menambahkan bahwa intensitas serangan tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat dengan dampak yang semakin mematikan. Bahkan, semakin banyak rudal Iran yang berhasil mengenai target, yang menurutnya menjadi indikasi melemahnya sistem pertahanan udara Israel.

Klaim kedua menyebutkan bahwa angkatan laut Iran telah lumpuh total dan AS akan segera menguasai Selat Hormuz.

Namun, ia menilai klaim tersebut tidak terbukti. Iran justru menunjukkan kekuatan yang semakin solid di wilayah laut strategis tersebut.

“Selat Hormuz tidak terjangkau oleh Amerika Serikat sampai harus meminta bantuan NATO,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pergerakan armada laut Amerika yang dinilai tidak menunjukkan dominasi penuh. Bahkan, posisi sejumlah kapal induk Amerika tidak lagi jelas, sementara insiden pada kapal induk USS Gerald R. Ford disebut hanya disebabkan oleh gangguan teknis, bukan akibat serangan.

Klaim ketiga yang dibantah Ismail adalah pernyataan bahwa angkatan udara Iran telah dihancurkan total dan wilayah udaranya sepenuhnya dikuasai AS–Israel.

Dia menegaskan bahwa fakta di lapangan justru menunjukkan kerugian di pihak AS. Pesawat tempur canggih seperti F-35 Lightning II dilaporkan terkena serangan rudal Iran.

Selain itu, ia mengutip data yang menyebutkan bahwa dalam hampir satu bulan konflik, lebih dari 17 pesawat AS—termasuk pesawat angkut dan pengisian bahan bakar—telah hancur. Sementara itu, sekitar 200 drone dari berbagai jenis, termasuk Hermes dan MQ-9, juga berhasil ditembak jatuh.

Menurut Ismail, satu-satunya keberhasilan yang dapat diklaim oleh AS–Israel sejauh ini adalah kemampuan melakukan serangan presisi terhadap tokoh-tokoh penting Iran, baik dari kalangan militer maupun politik.

Namun, dia mempertanyakan efektivitas strategi tersebut dalam mengubah kondisi secara keseluruhan.

“Apakah ada tanda-tanda rezim Iran akan runtuh? Apakah rakyat Iran mulai lelah dengan perang ini? Biarkan kenyataan yang menjawabnya,” tegasnya.

Ia menutup dengan menilai bahwa berbagai pernyataan yang disampaikan oleh Trump lebih bersifat klaim politis dibandingkan refleksi kondisi nyata di medan konflik.

“Ini bukan soal narasi, tapi realitas. Dan sejauh ini, realitas tidak mendukung klaim-klaim tersebut,” pungkasnya. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA