Search

KKN UINSI Samarinda 2025 Desa Sukamaju Ciptakan Sejarah, Bentuk OSIS Pertama di MTs Al-Ikhsan

Proses pemilihan ketua OSIS MTs Al-Ikhsan Desa Sukamaju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Dok. Mahasiswa KKN UINSI Samarinda)

BERITAALTERNATIF.COM – Sebuah inisiatif bersejarah lahir di Desa Sukamaju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) UINSI Samarinda 2025 berhasil membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) pertama di MTs Al-Ikhsan.

Langkah ini menjadi tonggak baru bagi sekolah tersebut dan diharapkan menjadi pelopor kelahiran organisasi siswa di seluruh Desa Sukamaju.

Program ini digagas oleh mahasiswa KKN UINSI Samarinda yang melihat peran penting wadah pengembangan kepemimpinan di kalangan pelajar. Para siswa MTs Al-Ikhsan menjadi penerima manfaat langsung, khususnya pengurus OSIS yang baru saja terpilih.

Kelompok mahasiswa KKN memiliki visi jangka panjang, yaitu menciptakan warisan berkelanjutan bagi pendidikan di desa.

OSIS ini diharapkan menjadi platform bagi siswa untuk mengasah keterampilan, kepemimpinan, dan manajerial. “Sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan bahkan setelah masa KKN berakhir,” ujar perwakilan kelompok KKN Desa Sukamaju Andriyan Dwi Saputra dalam rilisnya yang diterima media ini pada Sabtu (9/8/2025).

Pelaksanaan program berpusat di MTs Al-Ikhsan dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN yang berlangsung hingga 9 Agustus 2025.

Kelompok mahasiswa tersebut memiliki visi untuk menciptakan warisan berkelanjutan dalam bidang pendidikan desa, dengan OSIS sebagai platform pembinaan keterampilan, kepemimpinan, dan manajerial bagi para siswa.

Tidak hanya meresmikan, mahasiswa KKN juga memberikan pembinaan intensif kepada pengurus OSIS, termasuk pelatihan kepemimpinan dan arahan strategis. Tujuannya, para pengurus mampu mengelola organisasi sekaligus menjadi pemimpin muda yang visioner dan menginspirasi.

“Ini adalah bukti bahwa karya mahasiswa bukan sekadar program, melainkan jejak perubahan yang akan terus hidup,” tambah Andriyan. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA