Search

Kiprah Ahmad Yani, Calon Presidium KAHMI Kukar

Calon Presidium KAHMI Kukar, Ahmad Yani. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Ahmad Yani, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, mencalonkan diri sebagai presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kutai Kartanegara (Kukar).

Yani akan bertarung bersama delapan calon lainnya di arena Musyawarah Daerah ke-6 KAHMI Kukar yang akan digelar di Pendopo Odah Etam Tenggarong pada Senin (16/2/2026).

Berikut profil singkat politisi yang merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar tersebut:

Dia lahir di Tanjung Jabung Timur Jambi pada 7 Agustus 1979. Masa kecil dan remajanya dilewati di Sulawesi Selatan melalui proses belajar dan perjuangan yang membentuk pola pikir dan karakternya.

Sejak kecil, dia sudah terbiasa hidup berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Faktor pekerjaan yang sering kali menuntut sang ayah untuk menuntaskan pekerjaan di luar kota menjadi penyebab utama mengapa masa kecilnya selalu berpindah tempat tinggal hingga di luar Pulau Sulawesi.

Kebiasaan ini kemudian membentuk mental Yani untuk tidak ragu serta takut apabila keadaan mendesaknya harus hidup di suatu tempat tanpa menetap terlalu lama.

Sejak kecil, remaja hingga dewasa, hampir seluruh pulau di Indonesia sempat dijelajahinya, mulai dari Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan. Pengalaman ini membuatnya memahami kultur setiap daerah di Indonesia.

Meski lahir di Pulau Sumatra, Yani mengaku melewati masa kecilnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Walau mengabiskan beberapa tahun di Jambi, ia pada akhirnya melanjutkan jenjang bersekolah di SD Inpres 1279 Desa Pattiro Bajo Kecamatan Sibuloe.

Perjalanan panjangnya yang dimulai dari sekolah dasar berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) 10 Bone, yang sebelumnya dikenal dengan nama SMP Pattiro Bajo.

Pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting bagi Yani. Menurutnya, pendidikan bukan hanya untuk mencapai kesuksesan duniawi, tetapi juga sebagai cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP, dia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Watampone, sebuah lembaga pendidikan Islam yang terletak di pusat Kota Watampone.

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, ia melanjutkan kariernya di dunia kerja terlebih dahulu sebelum menempuh pendidikan tinggi. Hanya saja ia tak meninggalkan dunia akademis begitu saja.

“Setelah SMA, saya sempat bekerja di Bina Asi Konsultan—sebuah konsultan yang mengurus bantuan-bantuan pemerintah dan program-program pembangunan,” ceritanya baru-baru ini di Kantor DPRD Kukar.

Pengalaman bekerja di bidang ini memberikan wawasan berharga bagi Yani sebelum akhirnya dia memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikannya.

Langkah ini diawalinya dengan memilih untuk kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Watampone dengan mengambil jurusan tarbiyah. Namun, setelah tiga semester, ia memutuskan untuk pindah ke jurusan yang lebih sesuai dengan minatnya.

Pada tahun 1999, Yani melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia Makassar, mengambil jurusan Teknik Pertambangan. Di sinilah perjalanan akademisnya semakin berwarna dengan berbagai pengalaman organisasi yang memperkaya hidupnya.

Di masa kuliah, dia dikenal aktif di dunia organisasi. Sejak hijrah ke Makassar, ia terlibat dalam berbagai organisasi mahasiswa, mulai dari Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang Universitas Veteran Republik Indonesia hingga Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Mahasiswa Tambang Indonesia untuk wilayah Indonesia Timur.

Di luar kampus, dia juga aktif dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), sebuah organisasi pemuda yang mengusung semangat dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah GPII Sulawesi Selatan.

Di samping itu, saat mengemban studi di tanah Makassar, Yani pernah tergabung dalam HMI. Dia sempat mendapatkan pelatihan dan pendidikan kepemimpinan di organisasi tersebut.

Kiprahnya di organisasi hijau hitam itu diteruskannya hingga berhasil menuntaskan proses pengaderannya sampai Latihan Kader II.

Pengalaman organisasi memberikannya banyak pelajaran berharga: pengelolaan organisasi, pengambilan keputusan, hingga belajar untuk memimpin dan mengayomi orang lain.

Setelah puas melanglang buana sebagai seorang aktivis mahasiswa, ia kemudian berhasil menyelesaikan gelar sarjana Teknik Pertambangan pada tahun 2004.

Saat ini, setelah tiga periode menduduki kursi legislatif di Kukar, Yani menjabat sebagai ketua DPRD Kukar. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA