Search

Ketua DPRD Kukar Dorong Perusahaan Terlibat dalam Pengembangan Olahraga Daerah

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar untuk turut berkontribusi dalam pengembangan olahraga daerah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Hal itu disampaikannya saat menggelar audiensi bersama KONI Kukar dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), guna membahas persoalan pendanaan dan pembinaan cabang olahraga menjelang pelaksanaan Porprov.

Dalam pertemuan tersebut, Yani menyoroti minimnya dukungan anggaran yang diterima oleh 63 cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Kukar.

Kondisi tersebut dinilainya memprihatinkan, karena berdampak langsung pada persiapan atlet dan sarana pendukung latihan.

“Oleh karena itu, kami berharap keluhan ini bisa kami muat dan selesaikan, terutama untuk menghadapi Porprov,” tegasnya di Kantor DPRD Kukar pada Rabu (26/11/2025).

Ia menyatakan DPRD Kukar akan mendorong agar anggaran olahraga dapat direncanakan lebih baik sejak awal, termasuk mendukung kebutuhan alat, pembinaan atlet, dan operasional KONI.

“Proses penganggaran harus direncanakan dengan baik. Jangan sampai prestasi hanya menjadi rencana, tapi harus bisa diwujudkan. Kita ingin prestasi itu tinggal dilaksanakan, juara sudah di tangan,” tambahnya.

Selain anggaran yang berasal dari APBD, Yani menekankan perlunya dukungan eksternal dari perusahaan melalui program CSR dan PPM.

Selama ini, kata dia, program tersebut dinilai belum menyentuh pembinaan olahraga secara langsung.

“Ke depan, kami arahkan agar program tersebut terintegrasi dengan kebutuhan cabang olahraga di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Ia menyebut DPRD Kukar akan menginisiasi pertemuan khusus bersama seluruh perusahaan yang beroperasi di Kukar guna membangun kolaborasi dalam menciptakan iklim olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Menurut Yani, pembangunan sektor olahraga bukan hanya soal kompetisi dan prestasi, tetapi juga bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang sehat dan unggul.

“Olahraga bukan hanya untuk atlet atau bertanding saja, tapi bagaimana masyarakat ikut berolahraga. Badan sehat, pikiran segar, itu adalah cara membentuk SDM kita ke depan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan APBD bukan alasan untuk tidak mendukung pembinaan olahraga.

“APBD kita terbatas, makanya kami dorong skema non-APBD melalui dukungan dunia usaha. Ini penting agar pembinaan olahraga tetap berjalan,” tutupnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA