BERITAALTERNATIF.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Kepala Kemenag Kukar Nasrun menjelaskan bahwa saat ini secara nasional pengelolaan haji dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah sesuai regulasi baru.
“Namun, kami dalam masa peralihan ini tetap membantu untuk mempersiapkan jemaah haji tahun 2026,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif, Selasa (16/9/2025).
Dia menerangkan, Kemenag Kukar telah menyusun jadwal sosialisasi haji yang dibagi ke dalam beberapa zona.
“Langkah awal ini kita melakukan sosialisasi mulai dari zona hulu, seperti Muara Muntai, Kota Bangun, kemudian Tenggarong, Sebulu, Loa Janan, terus kemudian Muara Jawa, hingga Samboja, Muara Badak, dan Anggana,” terangnya.
Ia menyebut sosialisasi tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh calon jemaah yang diprediksi berangkat pada 2026 dapat mempersiapkan dokumen dengan lengkap sejak dini.
Jumlah jamaah yang akan diberangkatkan tetap berada di kisaran 500 orang.
“Namun dari 500 itu kita tetap menyiapkan hampir 600 jemaah yang kita undang, karena mengantisipasi kalau ada jemaah yang sakit atau jemaah yang mundur,” sebutnya.
Nasrun menjelaskan, ada beberapa hal pokok yang harus segera dipersiapkan jemaah, mulai dari dokumen pribadi, kesehatan, dan dokumen pelengkap lainnya.
“Kemudian kesehatan, mulai dari MCU sampai fisik mereka. Dan ketiga yang penting adalah pembiayaan,” ujarnya.
Untuk biaya haji, dia memperkirakan sekitar Rp 60 juta. Jumlah ini tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin kan Rp 58 juta. Tahun ini kita masih belum tahu; menunggu keputusan presiden. Tapi biasanya kami mengasih tahu sekitar Rp 60 juta agar jemaah bisa mempersiapkan dari jauh-jauh hari,” bebernya.
Selain itu, Kemenag Kukar mendorong jemaah untuk aktif melaksanakan manasik mandiri di titik-titik yang telah ditentukan.
“Dengan asumsi setiap titik sekitar 45 orang atau satu rombongan. Mengadakan manasik ini dilaksanakan secara swadana atau swakelola sendiri. Kami biasanya hanya membantu materi atau jika ada kesulitan narasumber,” jelasnya.
Nasrun menambahkan, peran Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di kecamatan sangat penting dalam mendukung kesuksesan ibadah haji tahun 2026.
“Kita berharap mereka bisa mengoptimalkan peran KUA, MUI, dan IPHI yang ada di kecamatan tersebut. Dan Alhamdulillah sejauh ini sudah berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)
Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin












