Search

Jejak Langkah Kajari Kukar Tengku Firdaus

Kajari Kukar, Tengku Firdaus. (Berita Alternatif/Rifa'i)

BERITAALTERNATIF.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tengku Firdaus membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya yang penuh pengalaman berharga.

Firdaus lahir dan besar di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, 50 tahun lalu. Dia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan enam bersaudara.

Ia merupakan anak ketiga dari pasangan almarhum Tengku Amir dan Tengku Nuriyah.

Masa kecilnya di Pekanbaru penuh kenangan. Tinggal di lingkungan padat penduduk membuatnya akrab dengan permainan tradisional seperti layang-layang dan meriam kaleng.

Hingga kini, Firdaus masih menjalin komunikasi dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah seperti keluarga sendiri.

Dia menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Pekanbaru.

Dia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Riau, lalu melanjutkan studi S2 di Universitas Surabaya.

Kini, ia telah berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya sedang kuliah di Politeknik Caltex Riau jurusan IT, sementara anak keduanya masih duduk di kelas 2 SMA di Pekanbaru.

Perjalanan karier Firdaus dimulai pada tahun 2001 setelah lulus seleksi CPNS terpusat di Kejaksaan Agung. Penempatan pertamanya adalah di Kejaksaan Negeri Siak Sri Indrapura. Setahun kemudian, dia dipercaya menjadi ajudan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.

Pada tahun 2003, ia mengikuti pendidikan jaksa selama enam bulan di Ragunan, Jakarta, sebelum ditugaskan sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Kariernya terus menanjak dengan berbagai jabatan strategis. Mulai dari Kasubsi Penuntutan di Kejari Tanjung Perak 2003–2004, Kasubsi Produksi dan Sarana Intelijen di Kejari Batam 2005, Kasi Intel Kejari Pelalawan 2009, Kasi Pidum Bengkalis, Kasi Pidsus Batam dan Tangerang Koordinator Pidsus Kejati Lampung Eselon III, Kajari Sanggau Kalimantan Barat (Kalbar), Kajari Jombang Jawa Timur, Asisten Intelijen Kejati Kepri, hingga menjadi Kajari Kukar.

Salah satu pencapaian terbesar Firdaus adalah saat memimpin Kejari Sanggau Kalbar. Meski fasilitas kantor terbatas dan jumlah personel minim, dia berhasil membawa Kejari Sanggau meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi pada 2019.

Namun perjalanan kariernya tidak lepas dari tantangan besar. Salah satu kasus yang paling berkesan terjadi ketika dia menangani perkara pencabulan anak di bawah umur oleh seorang kepala sekolah di Tanjung Perak.

Pelaku memiliki kekuatan finansial besar dan berusaha menghalangi proses hukum, bahkan melaporkan Firdaus ke berbagai pihak, mulai dari Komnas HAM hingga DPR RI.

Ia menerima 37 surat pengaduan terkait perkara tersebut. Meski demikian, kasus tersebut terbukti secara hukum dan pelaku dijatuhi hukuman 16 tahun penjara.

Ia mengaku prihatin dengan kasus narkotika dan asusila yang tinggi di Kukar. Menurutnya, kasus narkotika sudah merambah berbagai kalangan, termasuk ASN dan tenaga medis.

Firdaus mengingatkan anak muda untuk lebih berhati-hati dalam bergaul, tidak mudah tergoda oleh iming-iming finansial, dan selalu menjaga moral.

Dia menegaskan bahwa setiap warga negara wajib memahami hukum. Hukum terus berkembang, undang-undang baru terus hadir, sehingga masyarakat harus selalu melek hukum.

Ia berharap generasi muda Kukar dapat menempuh karier di bidang hukum, khususnya kejaksaan, dengan integritas dan profesionalisme tinggi.

Selain itu, Firdaus mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. Kesalahan kecil dalam bermedia sosial bisa berdampak pada proses hukum karena adanya regulasi dalam Undang-Undang ITE. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA