BERITAALTERNATIF.COM – Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan aksi agresi terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari dalam sebuah eskalasi besar.
Menteri Keamanan Israel, Israel Katz, menyebut serangan tersebut sebagai apa yang ia klaim sebagai “serangan pendahuluan” (pre-emptive strike).
Serangan itu menargetkan wilayah di pusat Teheran. Laporan awal menyebutkan beberapa rudal menghantam Jalan Universitas dan kawasan Republik Iran.
Menurut Fars News Agency, ledakan baru terdengar di bagian utara dan timur ibu kota, menandakan meluasnya cakupan serangan.
Media Iran melaporkan bahwa rudal jatuh di Jalan Daneshgah dan kawasan Jomhouri, menimbulkan kekhawatiran terhadap infrastruktur sipil di distrik yang padat penduduk.
Menurut Mehr News Agency, ledakan juga terdengar di Isfahan, Qom, Lorestan, Karaj, dan Kermanshah.
Selain itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa kementerian di Teheran bagian selatan turut menjadi sasaran.
Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sejauh ini sekitar 30 lokasi di seluruh Iran telah menjadi target, termasuk kediaman pemimpin Iran dan markas intelijen Garda Revolusi.
Sementara itu, media Israel mengumumkan penutupan wilayah udara Israel, yang mengindikasikan adanya antisipasi terhadap kemungkinan dampak regional dari serangan tersebut.
Seorang pejabat keamanan Israel menyatakan bahwa agresi ini dilakukan dengan koordinasi bersama Amerika Serikat (AS), seraya menambahkan bahwa operasi tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan dan tanggal serangan telah diputuskan beberapa minggu sebelumnya.
Dalam perkembangan lain, pejabat AS yang berbicara kepada CNN mengumumkan bahwa Amerika juga tengah melancarkan serangan terhadap Iran. (*)
Sumber: Almayadeen












