BERITAALTERNATIF.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan gelombang ketiga, keempat, dan kelima dari Operasi True Promise 4, yang menargetkan aset dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk setelah serangan terhadap Haifa, Ramat David, dan lokasi industri militer.
IRGC dalam pernyataan keempatnya mengumumkan bahwa gelombang kelima True Promise 4 telah memperluas operasi melampaui target yang sebelumnya diumumkan, dengan menyerang aset angkatan laut dan logistik AS di seluruh kawasan.
IRGC menyatakan bahwa Pangkalan Udara Abdullah Al-Mubarak di Kuwait menjadi sasaran empat rudal balistik. Pangkalan tersebut juga diserang 12 drone, yang menyebabkan kehancuran infrastruktur utamanya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan terhadap pangkalan AS tersebut mengakibatkan tewas dan lukanya sejumlah besar personel militer Amerika.
Pangkalan Harir di Irak, yang menjadi markas pasukan khusus AS, juga menjadi sasaran serangan, sementara Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi dihantam secara presisi oleh rudal dan drone.
Menurut IRGC, sebuah kapal jenis MSP yang bertugas mengangkut amunisi untuk kapal-kapal AS di Pelabuhan Jebel Ali diserang empat drone. Kapal tersebut dinyatakan tidak dapat beroperasi akibat kerusakan parah dan ledakan beruntun.
Selain itu, sebuah kapal dukungan tempur jenis MST yang ditugaskan untuk mengisi bahan bakar kapal-kapal AS di Samudra Hindia dihantam rudal Iran jenis Qadr 380.
Rudal Lebih Canggih, Presisi, dan Mematikan Diluncurkan
Sebelumnya, dalam pernyataan ketiga, IRGC mengumumkan bahwa gelombang ketiga dan keempat True Promise 4 terus diluncurkan, dengan menggunakan rudal yang lebih canggih, presisi, dan memiliki daya hancur lebih besar dibandingkan yang digunakan dalam True Promise 3.
IRGC memperingatkan bahwa gelombang berikutnya akan jauh lebih kuat.
Menurut pernyataan tersebut, gelombang ketiga dan keempat menggunakan sistem rudal yang telah ditingkatkan dengan akurasi dan daya hancur yang lebih tinggi, seraya menegaskan bahwa “musuh harus mengetahui bahwa gelombang mendatang akan lebih destruktif dibandingkan operasi sebelumnya dalam True Promise 3.”
Pangkalan Angkatan Laut Haifa dan Galangan Militer Jadi Target
Di antara target yang disebutkan adalah pangkalan angkatan laut tentara pendudukan Israel dan galangan kapal militer di Haifa, sebuah lokasi pesisir strategis utama.
IRGC juga mencantumkan Pangkalan Udara Ramat David dan Kementerian Perang di HaKirya sebagai target. Pangkalan Udara Ramat David merupakan salah satu instalasi angkatan udara paling strategis di Palestina utara yang diduduki. Terletak di tenggara Haifa, di Lembah Jezreel, pangkalan ini berfungsi sebagai basis operasi garis depan untuk operasi udara di front utara.
Lokasi Industri Militer di Bet Shemesh dan Ashdod
Pernyataan itu juga menyebut permukiman industri militer di Bet Shemesh serta fasilitas industri militer di Ashdod sebagai target.
Ashdod memiliki infrastruktur pelabuhan yang digunakan untuk logistik militer, kawasan industri yang mencakup perusahaan-perusahaan terkait manufaktur dan pemeliharaan pertahanan, serta fasilitas yang terhubung dengan perusahaan pertahanan besar Israel seperti Israel Aerospace Industries, Elbit Systems, dan Rafael Advanced Defense Systems.
Selain itu, Ashdod memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Palestina yang diduduki dan mencakup kawasan industri yang terkait dengan produksi senjata, elektronik, serta aktivitas pertahanan maritim.
Kerusakan di Tel Aviv
Sementara itu, media Israel melaporkan kerusakan signifikan di Tel Aviv akibat rentetan terbaru rudal Iran. Dilaporkan sebuah bangunan hancur dan satu target Israel terkena serangan langsung di Tel Aviv. (*)
Sumber: Al Mayadeen












