Search

Iran Luncurkan Rentetan Rudal Besar-besaran ke Israel

Potret Beit Shemesh Yerusalem setelah dihantam rudal Iran. (Media Sosial via Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa gelombang terbaru dalam Operasi True Promise 4 menargetkan sejumlah lokasi, sementara serangan meluas di seluruh wilayah Palestina yang diduduki dan lalu lintas pelayaran terhenti di sekitar Selat Hormuz.

IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ketujuh dan kedelapan rudal ke arah “target-target musuh” sebagai bagian dari Operasi True Promise 4, dan menyebut rentetan terbaru itu belum pernah terjadi sebelumnya dari segi cakupan. Televisi pemerintah Iran, mengutip sumber yang mengetahui, melaporkan bahwa salvo rudal tersebut juga disertai drone.

Serangan menargetkan Tel Aviv, dengan ledakan dilaporkan terjadi di kota itu serta di Haifa dan al-Quds yang diduduki. Media Israel melaporkan kerusakan pada sebuah bangunan di wilayah pusat dan bangunan lain di dekat al-Quds yang diduduki.

Sebuah rudal dilaporkan menghantam Beit Shemesh, menewaskan sedikitnya sembilan pemukim dan melukai lebih dari 36 lainnya, menurut laporan Israel.

Selain itu, kontak dengan sedikitnya 20 pemukim dilaporkan hilang, menurut wali kota Beit Shemesh.

Serangan tersebut dikabarkan menghancurkan delapan unit permukiman, dengan laporan kehancuran besar-besaran.

Laporan tambahan menyebutkan adanya “hantaman langsung” di wilayah Yarkon, utara Tel Aviv, dengan proyektil jatuh di berbagai lokasi sementara tim darurat bergegas menuju titik-titik terdampak. Media Israel menggambarkan rentetan itu sebagai “luar biasa dari segi ukuran dan jumlah.”

Sirene peringatan berbunyi di sebagian besar pesisir Palestina yang diduduki, dari Akka di utara hingga Isdud di selatan, serta berulang kali di permukiman sekitar Gaza, Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, dan wilayah al-Jalil Atas. Peringatan juga diaktifkan di wilayah Laut Mati di tengah kekhawatiran infiltrasi drone.

Agresi Berlanjut

Perkembangan ini terjadi ketika agresi gabungan AS–Israel terhadap Iran terus berlanjut, dengan serangan baru menargetkan ibu kota Iran, Teheran. Ledakan berulang kali terdengar selama serangan tersebut.

Sementara itu, pertahanan udara Iran mencegat target-target musuh di atas Shiraz dan Tabriz, di Provinsi Azerbaijan Barat.

Eskalasi Meluas ke Jalur Perairan Teluk

Ketika ketegangan meluas, televisi Iran menayangkan rekaman sebuah kapal tanker minyak yang terbakar dengan judul: “Kapal tanker minyak tenggelam saat melintas secara ilegal melalui Selat Hormuz.”

Menurut Reuters, mengutip UK Maritime Trade Operations (UKMTO), sebuah insiden dilaporkan terjadi dua mil laut di utara Kumzar, Oman. Lembaga tersebut mengonfirmasi bahwa awak kapal dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi.

Reuters menambahkan bahwa puluhan kapal kargo berkumpul di perairan lepas pantai Iran, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, menghindari transit melalui Selat Hormuz. Sedikitnya 100 kapal tanker minyak dilaporkan menunggu di lepas pantai UEA dan Oman, di luar selat tersebut.

Secara terpisah, AFP melaporkan ledakan di timur Riyadh, serta dentuman tambahan di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Lokasi-lokasi AS di Bahrain dilaporkan menjadi sasaran gelombang baru rudal balistik dan drone Iran, sementara Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan bahwa hotel Crowne Plaza Manama di ibu kota telah terkena serangan.

Menteri Pertahanan Inggris juga menyatakan bahwa dua rudal terdeteksi menuju Siprus, tempat ribuan tentara Inggris ditempatkan, menandakan meluasnya dimensi regional agresi AS–Israel terhadap Iran.

Serangan Memicu Pembalasan

AS dan Israel melancarkan agresi terhadap Iran pada 28 Februari saat pembicaraan nuklir masih berlangsung. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim operasi tersebut bertujuan menghilangkan apa yang ia sebut sebagai “ancaman eksistensial,” dan menyatakan bahwa “operasi gabungan AS–Israel terhadap Iran bertujuan membentuk kembali lanskap strategis kawasan.” Serangan menghantam sejumlah kota besar, termasuk Teheran, Qom, Tabriz, dan Khorramshahr, sehingga memicu penutupan luas wilayah udara di Iran dan kawasan.

Pada Minggu dini hari, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Sayyid Ali Khamenei gugur saat menjalankan tugasnya. Para pejabat menyatakan bahwa kesyahidannya membantah klaim bahwa ia bersembunyi, dan menegaskan bahwa ia tetap hadir di tengah rakyatnya selama agresi berlangsung. Masa berkabung nasional selama 40 hari telah diumumkan, dengan perpanjangan hari libur publik untuk menghormatinya.

Sebagai tanggapan atas serangan yang disebut tidak beralasan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan langkah pembalasan dengan meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone ke arah “Israel,” dengan dampak dilaporkan di Tel Aviv dan wilayah lain di Palestina yang diduduki. Serangan rudal dan drone juga dilaporkan menargetkan pangkalan militer dan aset AS di sejumlah negara Teluk.

Otoritas Iran dan IRGC menegaskan bahwa jalur perlawanan akan terus berlanjut dan pertanggungjawaban akan dituntut atas kejahatan berat terhadap bangsa Iran. Sementara itu, aksi protes dan demonstrasi solidaritas pecah di Pakistan, Irak, Bahrain, dan sebagian wilayah Kashmir, menandakan meluasnya resonansi regional dari krisis tersebut. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA