Search

Iran Desak Pembebasan Maduro

Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang mereka sebut telah diculik oleh Amerika Serikat, seraya memperingatkan bahwa sikap diam terhadap tindakan semacam ini hanya akan mendorong terjadinya lebih banyak pelanggaran hukum internasional. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF – Dalam pernyataannya pada konferensi pers mingguan hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyinggung perkembangan terbaru di Venezuela serta berbagai persoalan hukum yang menyertainya.

Ia menegaskan bahwa isu ini menyangkut seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merasa khawatir terhadap pelanggaran prinsip-prinsip internasional. Menurutnya, pelanggaran hukum internasional yang dibiarkan tanpa respons tegas hanya akan semakin menyemangati pihak-pihak pelaku pelanggaran untuk bertindak lebih jauh.

Juru bicara tersebut menekankan bahwa posisi Iran tidak berkaitan dengan sosok individu tertentu, melainkan berpijak pada prinsip. Ia menilai bahwa penculikan seorang presiden negara tidak bisa dianggap sebagai kebanggaan dan juga tidak memiliki dasar hukum apa pun.

Baqaei kembali menegaskan bahwa Presiden Venezuela harus segera dibebaskan. Ia mencatat bahwa banyak negara telah menyampaikan sikap mereka terkait peristiwa ini, serta menekankan bahwa Sekretaris Jenderal PBB memikul tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi Piagam PBB.

Ia memperingatkan bahwa ketiadaan reaksi yang jelas dan tegas pada akhirnya akan berdampak pada seluruh komunitas internasional, bukan hanya pada satu negara atau kawasan tertentu.

Menurut Baqaei, pelanggaran terhadap kedaulatan nasional suatu negara tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan bertentangan dengan seluruh standar yang selama ini diterima secara internasional. Ia menambahkan bahwa preseden yang tercipta dari tindakan semacam ini akan membawa konsekuensi luas bagi masyarakat internasional secara keseluruhan.

Setelah berbulan-bulan melontarkan ancaman dan menerapkan berbagai bentuk tekanan, Amerika Serikat pada hari Sabtu membombardir Venezuela dan menggulingkan presidennya, Nicolas Maduro, yang kemudian ditangkap dan dibawa ke sebuah pusat penahanan di New York untuk menjalani proses peradilan.

Maduro dilaporkan tiba pada Sabtu malam di sebuah pangkalan militer Amerika Serikat setelah “penangkapannya” oleh pasukan AS di Caracas.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengecam keras apa yang ia sebut sebagai “penculikan” terhadap Maduro, dengan menegaskan bahwa Maduro adalah “satu-satunya presiden Venezuela” yang sah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan “mengelola” Venezuela dan memanfaatkan cadangan minyaknya yang sangat besar, meskipun ia tidak memberikan penjelasan rinci mengenai bagaimana Amerika Serikat akan melaksanakan rencana tersebut.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan pada hari Senin untuk membahas masalah ini, sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat tersebut telah menciptakan “preseden berbahaya” bagi tatanan internasional.

Iran dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan intervensi militer dan penggunaan kekuatan sepihak. Dalam konteks Venezuela, Teheran menilai bahwa apa yang terjadi bukan hanya persoalan bilateral antara Washington dan Caracas, melainkan ujian serius bagi sistem internasional yang dibangun pasca Perang Dunia Kedua.

Baqaei juga menyoroti bahwa jika penculikan dan penahanan kepala negara dapat dibenarkan dengan dalih-dalih politik atau keamanan sepihak, maka tidak ada lagi jaminan keselamatan bagi para pemimpin negara di mana pun. Menurutnya, praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan antarnegara dan melemahkan peran lembaga-lembaga internasional yang selama ini bertugas menjaga perdamaian dan keamanan global.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab utama kini berada di pundak PBB dan khususnya Dewan Keamanan untuk menunjukkan bahwa prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB masih memiliki makna dan kekuatan. Jika tidak, kata Baqaei, dunia akan memasuki fase baru yang penuh ketidakpastian, di mana hukum digantikan oleh kekuatan militer dan tekanan politik.

Iran menegaskan bahwa sikapnya sejalan dengan pandangan banyak negara lain yang mengecam tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Teheran berharap adanya tekanan internasional yang nyata agar Presiden Maduro dibebaskan dan kedaulatan Venezuela dihormati, demi mencegah terulangnya tindakan serupa terhadap negara lain di masa depan. Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi Iran yang konsisten menolak segala bentuk intervensi dan dominasi sepihak dalam hubungan internasional.  (*)

Sumber: Tanim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA