BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Generasi Muda (Gema) Kutai Kartanegara (Kukar) Ihwan mendesak perusahaan swasta mengambil peran dalam menyiapkan pelatihan dan fasilitasi program sertifikasi bagi para pemuda, khususnya mahasiswa.
Dia menilai fasilitas yang menunjang peningkatan kapasitas mahasiswa dan pemuda sangat minim sehingga menjadi salah satu kendala utama yang menghambat ketersediaan sumber daya manusia yang unggul.
Perencanaan program pelatihan yang dikhususkan untuk para pemuda yang dipersiapkan bekerja di perusahaan tersebut, sambungnya, merupakan solusi bagi para pemuda yang minim kemampuan dan pengalaman.
Jika pendidikan hanya fokus pada teori di kelas, ia berpendapat, maka mahasiswa tidak akan cukup siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang menuntut kemampuan teknis, keterampilan, serta ketangguhan mental.
Menurutnya, pemerintah dan swasta perlu duduk bersama untuk membuat program terpadu dalam penyelenggaraan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan pada dasarnya membutuhkan tenaga kerja bersertifikasi. Namun, jika mahasiswa dibiarkan mencari sertifikat secara mandiri tanpa dukungan perusahaan dan pemerintah, maka ketersediaan para calon tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan kompetensi akan tetap tak memadai.
“Kalau tidak ada sertifikasi segala macamnya, kan tidak diterima. Lalu, apakah kita hanya menunggu sertifikasi itu datang sendiri dan meminta mahasiswa atau pelajar tadi mencari sendiri tanpa perusahaan itu juga ikut andil?” tegasnya dalam program Etam Bekesah yang ditayangkan di kanal YouTube Alternatif Talks pada Rabu (14/5/2025).
Ihwan berpendapat, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah sebagai fasilitator, serta perusahaan sebagai penyedia kebutuhan industri bisa menjadi solusi nyata untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
Menurutnya, pola kemitraan ini perlu dihidupkan agar pelajar dan mahasiswa tidak hanya dibekali teori di kelas, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan mental di luar kelas.
Pendekatan semacam ini dinilainya tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga sebagai membuka jalan bagi pemerintah untuk menekan angka pengangguran.
Dia juga mengingatkan bahwa upaya mencetak SDM yang unggul bukan semata-mata tanggung jawab mahasiswa sebagai individu, tetapi juga harus disokong oleh lembaga pendidikan dan regulasi yang berpihak pada peningkatan kapasitas para generasi muda di Kukar.
“Sehingga betul-betul produktif semasa kuliah, dan setelah kuliah, mereka itu menjadi orang yang berkualitas, memenuhi kualifikasi para pekerja,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












