Search

Husni Fahruddin Dorong Pemanfaatan Lahan Kritis di Kukar untuk Pertanian Skala Besar

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin. (Berita Alternatif/Ali)

BERITAALTERNATIF.COM – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Husni Fahruddin mengungkapkan rencana pemanfaatan lahan kritis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menjadi area pertanian skala besar.

Menurut pria yang karib disapa Ayub tersebut, rencana ini akan dibahas bersama Menteri Ekonomi Zulkifli Hasan. Hal ini berdasarkan hasil pembicaraannya dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

“Di Seberang itu akan dibuat pertanian dalam skala yang luas,” ujarnya saat ditemui awak media baru-baru ini di Samarinda.

Selain Kukar, Penajam Paser Utara juga menjadi wilayah potensial untuk pengembangan sektor pertanian karena memiliki bentang daratan yang luas.

Ayub menekankan pengembalian lahan-lahan kritis seperti bekas pertambangan menjadi lahan produktif.

Dia mengaku telah berbicara dengan para pelaku tambang untuk memaksimalkan lahan kritis menjadi area pertanian.

Namun, ia mengakui bahwa reklamasi lubang tambang menjadi tantangan tersendiri sehingga menghambat usaha mewujudkan rencana tersebut. “Sampai ada yang kemudian ditahan, ditangkap dan sebagainya,” kata Ayub.

Persoalan ini menjadi salah satu poin penting yang disampaikannya dalam rapat kerja antara DPRD Kaltim dengan Pemprov Kaltim pada 26 Mei lalu.

Dia telah menyampaikan masalah tersebut kepada Gubernur Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim, dan Sekretaris Provinsi Kaltim.

“Banyak kemudian temuan-temuan kita yang berkembang di masyarakat,” ungkapnya.

Ia mendorong percepatan penyelesaian masalah di periode pemerintahan sebelumnya agar pemerintah daerah saat ini dapat memaksimalkan program kerjanya.

“Kalau kita tidak percepatan maka kejadian 5 tahun yang lalu ya tidak akan bisa diselesaikan dalam 5 tahun yang akan datang,” katanya.

Ayub juga menyoroti efisiensi anggaran dan peningkatan pendapatan asli daerah melalui sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Efisiensi yang dilakukan Gubernur Kaltim melalui Program Gratispol, kata dia, telah memangkas dana yang cukup besar yang dapat dialihkan untuk pembangunan sektor-sektor tersebut.

“Kalau kemudian tidak diintensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan asli daerah kita melalui zona-zona pertanian, perkebunan, perikanan, akan sulit,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Ali
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA