BERITAALTERNATIF.COM – Kepala Inspektorat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah membantah pernyataan yang menyebut pembangunan Gedung Inspektorat Kukar mangkrak.
Menurutnya, pengerjaan proyek senilai Rp 19,4 miliar tersebut tetap berjalan meski mengalami penyesuaian akibat dinamika anggaran daerah.
“Kalau dikatakan mangkrak, tidak benar,” tegasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (11/8/2025).
Dia menjelaskan, pembangunan kantor baru tersebut didasarkan pada ketentuan mandatory spending sebesar 0,05 persen dari APBD yang telah diatur dalam pedoman penyusunan APBD dan diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
Dana tersebut, sambung Heriansyah, digunakan untuk memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang menjadi salah satu fokus pencegahan korupsi melalui Monitoring Center for Prevention KPK.
Ia menyebut gedung baru yang representatif sangat dibutuhkan oleh Inspektorat Kukar. “Kalau kami ingin mengumpulkan 200 sekian desa, 25 BLUD, dan 58 OPD, kantor kami yang sekarang sudah tidak memadai. Karena itu, kami membangun kantor baru,” katanya.
Heriansyah menyebutkan, anggaran Rp 19,4 miliar yang dialokasikan pada tahun 2024 hanya cukup untuk pembangunan struktur hingga atap dan dinding bangunan.
Jika dibandingkan dengan standar harga umum, lanjut dia, harga tersebut relatif murah untuk pembangunan gedung empat lantai.
Ia juga membantah isu kongkalikong atau markup anggaran dalam proyek tersebut.
“Kalau kami sebagai APIP melakukan markup, itu memalukan. Pekerjaan kami harus sesuai aturan,” tegasnya.
Heriansyah mengungkapkan bahwa tahun ini Pemkab Kukar mengalami defisit anggaran sehingga pihaknya hanya mendapatkan alokasi sekitar Rp 5 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung. Dana itu pun diambil dari pos biaya pengawasan tanpa mengganggu fungsi pengawasan Inspektorat Kukar.
Proses lelang tahap lanjutan sudah dilakukan. Dia memastikan pekerjaan akan kembali berjalan pada pekan ketiga bulan Agustus 2025.
“Pekerjaan tetap kami lanjutkan dengan baik. Hanya saja ada dinamika yang harus kami lewati,” pungkas Heriansyah. (*)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin









