Search

Hadiri Beluluh Sultan Kutai, Bupati Aulia Harap Erau 2026 Berjalan Lancar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Ing Martadipura dan jajaran Forkopimda. (Berita Alternatif/Arif Rahmansyah)

BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri berharap prosesi Beluluh Sultan menjadi bagian yang mengiringi kelancaran seluruh rangkaian Erau Adat Kutai Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Bupati Aulia saat menghadiri prosesi Beluluh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kedaton Kesultanan Ing Martadipura, Kamis (17/9/2026).

“Kita menyaksikan prosesi adat di mana ini merupakan bagian dari rangkaian Erau Adat tahun 2026,” katanya.

Dia berharap prosesi tersebut dapat menjadi doa dan ikhtiar agar pelaksanaan Erau berlangsung lancar dan semakin semarak sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.

“Dengan prosesi Beluluh ini bisa membuat pelaksanaan kegiatan Erau menjadi lebih lancar lagi, bisa menjadi kegiatan lebih semarak lagi. Sekali lagi kita berharap kegiatan ini berjalan sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan,” ujarnya.

Menurutnya, Beluluh memiliki makna dalam khazanah adat Kutai. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kukar Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Kukar Ing Martadipura, Beluluh merupakan bagian dari rangkaian Upacara Adat Erau.

Dalam penjelasan perda tersebut, Beluluh dimaknai sebagai prosesi pembersihan diri Sultan agar mendapatkan keselamatan.

Ia mengatakan, makna tersebut menunjukkan bahwa Erau tidak semata-mata merupakan agenda budaya atau hiburan masyarakat. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, adat, tata upacara, bahasa, simbol, seni, tata krama, hingga hubungan antara Sultan dan rakyat.

“Erau adalah ruang pewarisan nilai, ruang perjumpaan yang memperlihatkan bahwa kebudayaan tetap hidup ketika dijaga, dipahami, dan diberi tempat yang terhormat di tengah perubahan zaman,” jelasnya.

Aulia menilai keberadaan akar budaya menjadi penting di tengah perubahan sosial, kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi yang terus berlangsung.

Menurutnya, kemajuan tidak harus membuat masyarakat meninggalkan identitas budaya. Sebaliknya, nilai-nilai budaya dapat menjadi pijakan agar perubahan tetap memiliki arah dan jati diri.

Erau Adat Kutai Tahun 2026 mengusung tema “Raja Menunggal Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya”.

Dia menyebut tema ini membawa pesan mengenai kebersamaan, kedekatan, saling menghormati dan tanggung jawab menjaga harmoni antara pemimpin dan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat maupun pengunjung yang mengikuti rangkaian Erau untuk menghormati setiap ketentuan adat, terutama bagian-bagian prosesi yang bersifat sakral.

“Pahami bahwa ada bagian yang bersifat sakral, ada tata cara yang harus dipatuhi, dan ada simbol-simbol yang tidak dapat diperlakukan secara sembarangan,” tegasnya.

Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 September 2026.

Aulia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga seluruh rangkaian Erau Adat Kutai Tahun 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA