BERITAALTERNATIF.COM — Ketua Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Ahmad Fauzi, menyatakan pihaknya akan menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional atau International Quds Day yang akan dilaksanakan pada Jumat terakhir bulan Ramadan, 13 Maret 2026, di Tenggarong.
Aksi tersebut merupakan momentum solidaritas terhadap rakyat Palestina sekaligus bentuk penolakan terhadap penjajahan yang dinilai masih berlangsung hingga saat ini.
Fauzi menjelaskan bahwa peringatan Hari Al-Quds Internasional merupakan gagasan dari Ruhollah Khomeini yang sejak lama diperingati oleh berbagai kelompok masyarakat di berbagai negara.
Menurutnya, panitia pelaksana yang dibentuk oleh yayasan saat ini telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis kegiatan. Persiapan pelaksanaan aksi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Insyaallah di Jumat terakhir Ramadhan, yaitu tanggal 13 Maret, kita akan turun melaksanakan aksi,” ujarnya saat diwawancarai di Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar pada Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut bukan hanya dilandasi oleh nilai keagamaan, tetapi juga merupakan usaha menjalankan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia.
Fauzi merujuk pada pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Kita berdiri di sini bukan hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga menjalankan perintah konstitusi kita bahwa penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi,” jelasnya.
Selain itu, dia menyoroti kondisi kemanusiaan di Palestina yang telah memakan banyak korban jiwa akibat konflik yang berlangsung.
Ia menyebut berbagai laporan di lapangan menunjukkan puluhan ribu warga Palestina menjadi korban dalam konflik tersebut.
“Data dan liputan yang ada membuktikan hal itu meskipun berbagai pihak mencoba menutupinya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi juga menyoroti sikap sejumlah negara yang dinilai masih mendukung kebijakan politik dan militer yang berpotensi memperparah konflik di kawasan Timur Tengah.
Dia bahkan menyinggung sejumlah kebijakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memicu ketegangan di berbagai wilayah dunia.
Ia menilai langkah-langkah tersebut justru berpotensi memperbesar konflik global dibandingkan menciptakan perdamaian.
“Aneh ketika negara sebesar Indonesia yang selama ini dikenal dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif justru berkoalisi dengan pihak yang memiliki rekam jejak konflik seperti itu,” katanya.
Fauzi juga mempertanyakan berbagai narasi yang menyebut kerja sama dengan pihak tertentu sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan nasional. Klaim tersebut perlu dibuktikan secara transparan kepada publik.
“Kalau memang ada janji keamanan atau kesepakatan tertentu, seharusnya itu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar bisa dinilai secara rasional,” jelasnya.
Di akhir wawancara, dia mengajak masyarakat Kukar untuk ikut serta dalam aksi peringatan Hari Al-Quds Internasional sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas dapat hadir dan menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Kartanegara, berbagai ormas dan elemen masyarakat, untuk bersama-sama hadir dalam aksi peringatan Hari Al-Quds Internasional nanti di Titik Nol Tenggarong,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












