BERITAALTERNATIF.COM — Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan sebagai upaya memperkuat kapasitas kader dalam bidang media, informasi, dan komunikasi organisasi.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis jurnalistik, tetapi juga untuk membangun kesadaran nilai, arah, dan etika dalam menjalankan tugas-tugas kehumasan yang selaras dengan nilai-nilai keorganisasian ABI.
Sekretaris Panitia Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan DPW ABI Kaltim, Muhammad Makhtum, menjelaskan bahwa pelatihan ini berangkat dari kebutuhan organisasi untuk memiliki kader media yang tidak sekadar mampu menulis atau menyampaikan informasi, tetapi juga memahami kerangka nilai dan tujuan organisasi.
Menurutnya, kompetensi yang diharapkan dari pelatihan ini mencakup pemahaman menyeluruh tentang praktik jurnalistik dan kehumasan yang dijalankan sesuai dengan aspek keorganisasian ABI.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah para peserta tidak hanya memahami nilai jurnalistik atau kehumasan secara umum, tetapi bagaimana menjalankan jurnalistik dan tugas kehumasan itu sesuai dengan aspek keorganisasian dan nilai-nilai ke-ABI-an,” ujar Makhtum kepada awak media Berita Alternatif pada Kamis (5/2/2026).
Dia menambahkan, pelatihan ini juga diarahkan agar kader mampu menyajikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pemerintahan dan dinamika sosial, dengan ketepatan sudut pandang dan arah yang jelas.
Hal tersebut dinilainya penting dalam membangun citra organisasi agar tidak bias, tidak serampangan, serta tetap berada dalam koridor kepentingan publik.
Pelatihan ini diikuti oleh kader ABI dari berbagai unsur, baik internal ABI sendiri maupun dari elemen pendukung lainnya seperti Muslimah dan Pandu.
Peserta didominasi oleh pengurus yang berada di divisi, departemen, atau bidang yang berkaitan langsung dengan media dan hubungan masyarakat.
Menurut Makhtum, pemilihan segmentasi peserta ini dilakukan agar hasil pelatihan dapat langsung diterapkan dalam kerja-kerja organisasi.
Dalam hal materi, ungkapnya, DPW ABI Kaltim menghadirkan pemateri dari tingkat pusat, yakni dari Bidang Humas, Media, dan Penerangan DPP ABI.
Materi akan disampaikan oleh pakar dalam bidang jurnalistik serta kehumasan organisasi.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 7-8 Februari 2026, di Yayasan Az-Zahra Balikpapan.
Makhtum menyebutkan bahwa durasi dua hari dipilih agar peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan ruang praktik dan pendalaman.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi dan dinamika media saat ini.
Dia menilai bahwa eksistensi organisasi di ruang publik sangat ditentukan oleh bagaimana informasi dikelola dan disampaikan kepada masyarakat.
“Bagaimana ABI bisa dikenal itu sesuatu yang penting, dan itu menjadi tugas kader-kader di departemen ini, bagaimana akhirnya ABI memiliki warna di masyarakat secara umum,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi dunia informasi yang dinilai semakin kompleks, di mana berbagai isu, kabar tidak benar, hingga fitnah kerap beredar dan menyasar organisasi keagamaan maupun sosial.
Dalam konteks tersebut, pelatihan jurnalistik dipandang sebagai instrumen penting untuk melahirkan kader yang mampu mengelola informasi secara bertanggung jawab dan strategis.
Makhtum menegaskan bahwa pelatihan ini tidak dimaksudkan untuk membentuk kader yang reaktif, melainkan kader yang mampu mengelola narasi, mengklarifikasi isu, serta menyampaikan informasi dengan cara yang cerdas dan terukur.
“Dunia informasi hari ini penuh dengan intrik dan siasat. Dari pelatihan ini, kami berharap lahir kader-kader yang mau dan mampu meng-create serta mengelola informasi secara tepat,” katanya.
Selain membahas teknis jurnalistik, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai jurnalisme ideal yang beretika, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik.
DPW ABI Kaltim menilai bahwa prinsip-prinsip tersebut harus menjadi fondasi utama dalam setiap kerja jurnalistik yang dilakukan kader ABI.
Pelatihan ini dirancang sebagai langkah awal dari proses pembinaan berkelanjutan. Setelah kegiatan berlangsung, DPW ABI Kaltim berencana melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap para peserta untuk memastikan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam kerja-kerja organisasi maupun di ruang publik.
Makhtum menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah agenda seremonial semata, melainkan bagian dari strategi jangka panjang penguatan peran media dan kehumasan di tubuh ABI.
“Setelah pelatihan ini tentu tidak selesai begitu saja. Akan ada monitoring, evaluasi, dan komunikasi berkelanjutan agar ilmu yang didapat benar-benar diterapkan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin









