Search

DPW ABI Kaltim akan Adakan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan, Tekankan Praktik, Etika, serta Evaluasi Berkelanjutan

Flayer kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan DPW ABI Kaltim. (Panitia)

BERITAALTERNATIF.COM — Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Kalimantan Timur (Kaltim) di Yayasan Az-Zahra Balikpapan pada 7-8 Februari 2026 tidak hanya difokuskan pada penguatan pemahaman teoritis, tetapi juga diarahkan pada praktik langsung, internalisasi etika jurnalistik, serta pembinaan berkelanjutan bagi kader media organisasi.

Sekretaris Panitia Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan DPW ABI Kaltim, Muhammad Makhtum, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang selama dua hari dengan pembagian fokus materi yang jelas.

Hari pertama diarahkan pada penguatan dasar-dasar jurnalistik, sementara hari kedua difokuskan pada kehumasan dan pengumuman organisasi, termasuk penerapan langsung dalam situasi nyata.

Menurut Makhtum, pola pelatihan tersebut dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif dalam kerja-kerja organisasi. Oleh karena itu, metode yang digunakan tidak bersifat satu arah.

“Pelatihan ini tidak hanya penyampaian materi, tetapi lebih banyak pada role-play dan penerapan bagaimana jurnalistik dan kehumasan itu dijalankan,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Kamis (5/2/2026).

Dia menegaskan bahwa selama pelatihan berlangsung, peserta dituntut aktif berdialog, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam simulasi kerja jurnalistik maupun kehumasan.

Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata tentang cara kerja yang efektif dan efisien di bidang media.

Ia menyebutkan bahwa model pelatihan yang dialogis menjadi penting agar peserta tidak sekadar menerima pengetahuan secara pasif, tetapi benar-benar memahami tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam dunia informasi saat ini. Dengan demikian, hasil pelatihan dapat langsung dirasakan manfaatnya dalam kerja organisasi.

“Bukan hanya pemateri yang banyak menyampaikan, tapi peserta juga dituntut aktif agar bisa memahami cara kerja yang efektif dan mudah,” katanya.

Makhtum juga menaruh perhatian besar pada nilai-nilai jurnalisme ideal yang harus dijaga oleh kader ABI Kaltim.

Pelatihan ini menekankan pentingnya jurnalisme yang beretika, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik, bukan pada kepentingan kelompok tertentu.

Menurutnya, prinsip tersebut menjadi landasan utama dalam membangun kerja jurnalistik ABI, terutama di tengah derasnya arus informasi yang kerap diwarnai subjektivitas, bias, dan kepentingan sempit.

“Jurnalisme yang diharapkan adalah yang beretika, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik, bukan jurnalisme yang subjektif atau tanpa etika,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi benar-benar dibawa dan diterapkan oleh para peserta dalam aktivitas jurnalistik maupun kehumasan di lingkungan ABI dan ruang publik secara lebih luas.

Pelatihan ini juga diposisikan sebagai awal dari proses pembinaan jangka panjang.

Ia menyebut DPW ABI Kaltim tidak ingin kegiatan ini berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal penguatan gerakan jurnalistik dan kehumasan di internal organisasi.

Makhtum menjelaskan bahwa setelah pelatihan selesai, DPW ABI Kaltim akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap para kader yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta akan diminta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh, baik dalam bidang jurnalistik maupun kehumasan organisasi.

Selain itu, sambung dia, DPW ABI akan terus membangun komunikasi dengan DPP ABI serta jejaring ABI di Kaltim, termasuk dengan DPD dan lembaga otonom, guna memantau perkembangan dan keberlanjutan kerja-kerja media pasca-pelatihan.

“Kami akan terus melakukan monitoring, evaluasi, dan pertemuan, baik secara online maupun offline, untuk melihat bagaimana perkembangan gerakan jurnalistik dan kehumasan setelah pelatihan ini,” pungkas Makhtum. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA