BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Sejumlah program telah disiapkan, mulai dari pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, hingga penyaluran bantuan pompa air untuk kelompok tani.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai berdampak sejak Juli.
Menurutnya, meski hujan masih sempat turun pada April hingga awal Juni, kondisi cuaca kini mulai memasuki fase kering sehingga diperlukan langkah antisipasi lebih awal agar produksi pertanian tetap terjaga.
“Kami sudah menerima informasi dari BMKG bahwa tahun ini memasuki fenomena El Nino. Karena itu sejak awal kami sudah melakukan berbagai langkah antisipasi agar lahan pertanian tidak terdampak kekeringan,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Jumat (10/7/2026).
Sebagai bentuk kesiapan, Distanak Kukar telah melakukan pendataan kelompok tani yang berpotensi menerima bantuan sarana pengairan. Selain itu, survei dan verifikasi lapangan juga telah dilakukan sebelum usulan diajukan ke Kementerian Pertanian.
Rifani menjelaskan, usulan tersebut meliputi pembangunan sekitar 25 unit irigasi perpompaan dan enam unit irigasi perpipaan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses verifikasi di lapangan.
“Irigasi perpompaan menggunakan pompa untuk mengalirkan air ke petak-petak sawah, sedangkan irigasi perpipaan memanfaatkan pompa yang dihubungkan melalui jaringan pipa menuju lahan pertanian. Sistem ini diharapkan mampu mengatasi sawah yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau,” jelasnya.
Selain mengusulkan pembangunan irigasi baru, pemerintah daerah juga mengoptimalkan embung atau bangunan konservasi air yang telah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya. Embung tersebut akan dimanfaatkan sebagai cadangan air selama musim kemarau.
Distanak Kukar juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan normalisasi saluran irigasi serta mengusulkan peningkatan jaringan irigasi di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Seluruh usulan tersebut, kata dia, telah disampaikan melalui sistem aplikasi milik pemerintah pusat dan saat ini tinggal menunggu proses persetujuan.
Ia berharap program tersebut sudah mulai direalisasikan pada pertengahan Juli sehingga dapat digunakan sebelum puncak musim kemarau tiba pada Agustus.
“Kami berharap pertengahan Juli ini sudah mulai berjalan. Karena Juli kita sudah mulai memasuki musim kering. Jadi, langkah antisipasi harus dilakukan sebelum dampaknya semakin besar,” katanya.
Di akhir keterangannya, Rifani mengimbau kelompok tani yang mulai terdampak kekeringan agar segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian di wilayah masing-masing untuk mengajukan kebutuhan bantuan antisipasi kemarau.
“Penyuluh kami ada di lapangan dan siap melakukan verifikasi agar usulan bisa segera kami tindaklanjuti,” tutupnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












