BERITAALTERNATIF.COM – Pengembangan kapasitas generasi muda melalui penguasaan teknologi, peningkatan keterampilan, serta kolaborasi lintas komunitas menjadi fokus utama dalam kegiatan Voice Mail Corner bertema “Gen-Z Naik Kelas: Bangun Reputasi, Buka Peluang” yang digelar di FKP Corners, Tenggarong, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Ketua DPD KNPI Kutai Kartanegara, Rian Tri Saputra, dan CEO Astara Project sekaligus CTO RPK 100.6 FM, Wilson Simatupang, tersebut menjadi ruang diskusi bagi kalangan pemuda untuk membahas tantangan sekaligus peluang di era digital yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, Wilson Simatupang menekankan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tidak seharusnya membuat generasi muda mengabaikan kemampuan dasar yang menjadi fondasi suatu bidang pekerjaan.
Menurutnya, AI memang mampu membantu mempercepat berbagai proses pekerjaan, mulai dari penulisan, desain, hingga pembuatan aplikasi. Namun tanpa pemahaman yang memadai terhadap bidang yang ditekuni, pemanfaatan teknologi tersebut justru menjadi tidak maksimal.
Wilson mengaku dirinya bukan seorang programmer murni. Namun dari pengalamannya mengembangkan berbagai aplikasi dan platform digital, dia melihat bahwa kemampuan teknis tetap menjadi kebutuhan utama bagi siapa saja yang ingin berkembang di sektor teknologi.
Ia mencontohkan bahwa dalam pengembangan aplikasi, pemahaman mengenai keamanan siber atau cybersecurity menjadi hal yang sangat penting.
Seseorang tidak cukup hanya mengandalkan AI untuk membuat sistem, tetapi juga harus memahami risiko dan cara kerja teknologi yang digunakan.
“Pengetahuan kita terhadap sesuatu juga penting untuk mengimbangi perkembangan AI hari ini,” ujarnya.
Wilson juga menyinggung perubahan pola ancaman digital yang terus berkembang.
Menurutnya, metode serangan siber saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu, sehingga kewaspadaan pengguna menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan data dan perangkat digital.
Ia menjelaskan bahwa ancaman digital kini tidak hanya berasal dari virus komputer konvensional, tetapi juga dari berbagai bentuk manipulasi digital yang memanfaatkan kelengahan pengguna internet.
Karena itu, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami dasar-dasar teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.
“Kalau kita ingin berkembang, kita juga harus memahami dasar-dasarnya. Bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, atau teknologi lainnya tetap penting untuk dipelajari,” katanya.
Selain berbicara mengenai teknologi, Wilson juga memberikan motivasi kepada peserta terkait pentingnya konsistensi dalam proses pengembangan diri.
Menurutnya, banyak orang terlalu bergantung pada motivasi yang sifatnya sementara. Padahal, keberhasilan justru lebih banyak ditentukan oleh kedisiplinan dalam melakukan sesuatu secara berulang dan berkelanjutan.
Ia menggambarkan bahwa motivasi sering kali naik turun mengikuti suasana hati, sedangkan konsistensi membuat seseorang tetap bergerak meski dalam kondisi tidak selalu bersemangat.
“Konsistensi tidak butuh motivasi. Yang dibutuhkan adalah disiplin. Pertarungan sebenarnya bukan dengan orang lain, tetapi dengan diri kita sendiri,” ungkapnya.
Wilson menambahkan bahwa ukuran keberhasilan seseorang seharusnya bukan dibandingkan dengan pencapaian orang lain, melainkan dibandingkan dengan perkembangan dirinya sendiri dari waktu ke waktu.
“Bagaimana kita menjadi lebih baik dari hari kemarin, itu jauh lebih penting daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, menyoroti pentingnya membangun kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pengembangan generasi muda di Kukar.
Menurutnya, banyak potensi pemuda yang belum terwadahi secara optimal.
Karena itu, diperlukan sinergi antara organisasi kepemudaan, komunitas, pemerintah, dunia usaha, hingga pelaku UMKM agar ruang-ruang pengembangan kapasitas pemuda semakin terbuka.
Rian menilai salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian adalah penguatan UMKM berbasis potensi daerah.
Ia mencontohkan berbagai produk unggulan yang telah berkembang di sejumlah kecamatan dan perlu didorong agar memiliki perlindungan hukum melalui Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Ia menegaskan bahwa legalitas produk menjadi langkah penting agar produk lokal memiliki identitas yang kuat sekaligus lebih mudah mendapatkan dukungan pembinaan dari pemerintah maupun pihak lainnya.
“UMKM kita harus mulai diarahkan ke sana. Produk-produk unggulan daerah sudah seharusnya memiliki HAKI agar memiliki nilai tambah dan perlindungan yang jelas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rian menyampaikan bahwa KNPI pada dasarnya hadir sebagai wadah yang memfasilitasi gerakan kepemudaan, bukan menjadi satu-satunya pemilik agenda atau kegiatan.
Menurutnya, keberadaan KNPI harus mampu menjangkau kelompok-kelompok pemuda yang selama ini belum terakomodasi dalam organisasi formal.
Ia mengakui masih banyak generasi muda yang memiliki potensi besar namun belum memiliki ruang untuk berkembang karena tidak tergabung dalam organisasi tertentu.
“Sejatinya KNPI hanya fasilitator. Owner sesungguhnya adalah teman-teman kepemudaan itu sendiri. Tugas kami adalah menghimpun dan membuka ruang agar semakin banyak anak muda bisa berkembang,” katanya.
Rian juga mengajak seluruh pihak untuk membangun kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda, baik dalam bentuk pelatihan, pengembangan usaha, peningkatan keterampilan digital, maupun penguatan jejaring antar komunitas.
Ia berharap hasil diskusi yang muncul dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai wacana semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah strategis dan program konkret yang berdampak langsung bagi pemuda di Kukar.
Menutup penyampaiannya, Rian menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas generasi mudanya.
Karena itu, ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas harus terus diperluas agar semakin banyak pemuda yang mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Bagi saya, setelah ada diskusi ini harus ada langkah-langkah strategis dan konkret untuk menindaklanjuti apa yang sudah kita bicarakan bersama hari ini,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












